Berhasil dan gagalnya sebuah sistem

  Ditulis pada May 27, 2008 // Pribadi

Ada sebagian mahasiswa yang bertanya kepada saya tentang bagaimana caranya meng”connect”kan laptop atau PC mereka ke dalam sebuah jaringan wireless. Ah itu sih gampang… Trus apa yang sulit pak tanya mereka lagi… Tidak ada yang sulit jika kita tahu systemnya dong… Trus apa yang menyenangkan dari jaringan itu pak? Nah ini pertanyaan yang bener… Banyak sebenarnya yang mengasikkan dari sebuah jaringan. Banyak tantangan dan kendala dalam me-manage sebuah jaringan termasuk ke dalam sebuah jaringan yang kita tidak diijinkan untuk memasukinya. Tentang bagaimana membobol sebuah jaringan tanpa diketahui, menjadi seorang admin dalam sebuah jaringan tanpa diketahui, “membunuh” sebuah client yang tidak dikehendaki hingga menyebarkan virus, mencuri data serta memformat seluruh komputer dapat dilakukan dalam sebuah jaringan.

Baik atau buruk sebuah teknologi adalah tentang bagaimana kita memanfaatkannya. Banyak cerita tentang berbagai system yang terbilang “super mahal” yang akhirnya dapat dibobol dengan cara yang kadang tidak masuk akal dan terkesan sangat sederhana.
Banyak juga system yang hancur oleh karena tangan pengguna system itu sendiri yang baik sadar atau tidak telah membuat system tersebut hancur. Intinya adalah pelajari sistem yang ada tersebut dan testing dari berbagai sudut untuk mencari kelemahannya dan selanjutnya terserah mau diapakan sistem itu.

Tahukah anda bahwa tidak ada sebuah system-pun yang sempurna yang pernah dibuat oleh seorang manusia? Tahukah anda bahwa sebuah system yang dibilang ampuh adalah hasil dari tambal sulam dari system yang jebol setiap harinya? Demikian juga dengan sebuah jaringan. Lihatlah bagaimana Bill Gates mengakali sebuah jaringan yang dibuatnya di sekolah untuk kepentingannya sendiri?

Namun kebanyakan kebobolan sebuah system adalah karena faktor “sakit hati” dan “iseng” saja. Sebagai contoh ketika Malaysia mengambil sebuah pulau di Indonesia banyak sekali situs Malaysia yang di deface oleh para hacker Indonesia karena “sakit hati” bukan karena nasionalisme saja. Contoh lain adalah situs KPU yang di deface oleh xnuxer alias Dani Firmansyah justru karena “iseng” saja.

Namun kembali lagi ke awal kata diatas bahwa sebuah system akan dikatakan berhasil atau gagal tergantung dari pengguna system itu sendiri. Apakah kita telah berbuat adil dengan orang lain agar kita tidak menjadi korban dari sebuah perasaan “sakit hati” agar system yang telah dibangun tidak menjadi sebuah boomerang dikemudian harinya?



Komentari

Anda dapat menuliskan apapun yang anda inginkan, tapi ingat blog ini bukan tempat iklan anda, NO SPAM!