<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budi kurniawan weblog system &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id</link>
	<description>a place to share</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 14:41:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Rencana Strategis Teknologi Informasi</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/rencana-strategis-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/rencana-strategis-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 14:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[renstra it]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Beberapa istilah yang sering digunakan dalam penyebutan : IT Master Plan, Rencana Induk Pengembangan Teknologi Informasi, Rencana strategis Teknologi Informasi, IT Strategic Planning, lainnya. Tinjauan Umum Saat ini, penggunaan teknologi informasi (TI) di Instansi/Perusahaan semakin meningkat. Media TI digunakan tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan. Instansi/Perusahaan tidak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-364" title="renstra_ti" src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/renstra_ti-300x208.jpg" alt="" width="200" align="left" /><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Beberapa istilah yang sering digunakan dalam penyebutan : IT Master Plan, Rencana Induk Pengembangan Teknologi Informasi, Rencana strategis Teknologi Informasi, IT Strategic Planning, lainnya.</p>
<p><strong>Tinjauan Umum</strong></p>
<ul>
<li> Saat ini, penggunaan teknologi informasi (TI) di Instansi/Perusahaan semakin meningkat.</li>
<li>Media TI digunakan tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari, tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan.</li>
<li>Instansi/Perusahaan tidak bisa secara gegabah mengeluarkan investasi untuk implementasi TI.</li>
<li>Blue Print (IT master plan / IT strategic plan) digunakan sebagai dasar mengimplementasikan TI sangat diperlukan.</li>
<li>IT master plan berisi rencana strategis Instansi/Perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi.</li>
<li>IT master plan harus memuat pedoman kebutuhan sistem informasi seperti yang diperlukan Instansi/Perusahaan.</li>
<li>IT master plan merupakan turunan dari business plan Instansi/Perusahaan.</li>
<li>TI diimplementasikan sebagai tool untuk membantu Instansi/Perusahaan mencapai Visi dan Misinya. Tanpa Visi dan misi yang jelas dari, IT master plan tidak akan bisa dibangun.</li>
</ul>
<p><span id="more-363"></span><br />
<strong>Manfaat IT Master Plan</strong></p>
<ul>
<li> IT master plan menjadi dasar bagi perencanaan Instansi/Perusahaan dalam investasi dan implementasi TI.</li>
<li> Instansi/Perusahaan bisa mengurangi berbagai risiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT.</li>
<li> IT Master Plan bisa menjadi alat kontrol dan parameter yang efektif untuk mengkaji performa dan keberhasilan implementasi TI di suatu Instansi/Perusahaan.</li>
</ul>
<p><strong>Resiko Implementasi IT</strong></p>
<ul>
<li> Ketidaksesuaian antara kebutuhan bisnis dengan sistem informasi yang dibangun.</li>
<li> Banyak aplikasi yang tambal sulam, sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.</li>
<li> Investasi yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat seperti yang diharapkan.</li>
<li> Standar kualitas sistem informasi tidak sesuai dengan standar industri yang semestinya.</li>
</ul>
<p><strong>Renstra IT di Pemerintahan</strong></p>
<p>Renstra TI (Rencana Strategis Teknologi Informasi) di Instansi pemerintahan dimulai ketika diterbitkannya Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Nasional, yang mensyaratkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk menyusun Rencana Strategis berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Undang-undang ini diikuti terbitnya Surat Edaran Departemen Dalam Negeri No. 050/2002/SJ tanggal 11 Agustus 2005</p>
<p><strong>Ciri-ciri</strong></p>
<ul>
<li> Penjabaran visi dan misi organisasi</li>
<li> Menjadi acuan pengembangan</li>
<li> Memuat langkah-langkah strategis terkait dengan time frame</li>
<li> Tercantum program-program / kegiatan</li>
<li> Memuat skema pembiayaan dan pendanaan</li>
</ul>
<p><strong>Langkah Membuat IT Master Plan</strong></p>
<ul>
<li>IT master plan harus mengacu pada business plan Instansi, maka langkah pertama adalah memahami Visi dan Misi, serta target dan tujuan yang akan dicapai Instansi dalam kurun waktu tertentu.</li>
<li>Lakukan breakdown secara lebih detail untuk mengetahui informasi bisnis seperti apa yang dibutuhkan.<br />
Kebutuhan informasi bisa berupa: Informasi real time tentang kondisi keuangan, Profil pelanggan,<br />
Efektivitas marketing channel, Produktivitas setiap pekerja, Produktivitas mesin, Tingkat inventori,<br />
Profitabilitas setiap produk, Berbagai informasi spesifik lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Instansi.</li>
<li>Dari informasi bisnis diterjemahkan menjadi kebutuhan sistem dan teknologi seperti apa yang harus diimplementasi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.</li>
<li>Kebutuhan sistem dan TI pada saat implementasi diterjemahkan secara teknis menjadi kebutuhan aplikasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Dalam proses ini dijabarkan bagaimana perusahaan akan mengelola berbagai sumber daya yang ada mulai dari aspek organisasi, SDM (brainware), ataupun perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) yang akan diimplementasi.</li>
</ul>
<p><strong>Manajemen Proyek</strong></p>
<p>Manajemen Proyek adalah bagian memetakan proyek TI yang menjadi skala prioritas perusahaan dibandingkan dengan proyek yang lain.</p>
<p>Manajemen proyek juga mengatur kalender implementasi setiap proyek hingga kurun waktu tertentu, misalnya 3-5 tahun ke depan. Hal ini akan sangat berguna bagi perusahaan dalam mengatur sumber daya mulai dari keuangan, SDM, dan berbagai sumber daya lain yang terkait.</p>
<p><strong>Tahap Analisa</strong><br />
SWOT Analysis :</p>
<p>Adalah salah satu teknik analisis untuk mengkaji suatu organisasi secara keseluruhan.<br />
Swot analysis adalah uraian tentang :</p>
<ul>
<li> Kekuatan yang dimiliki (Strength)</li>
<li> Kelemahan yang masih ada (Weaknesses)</li>
<li> Peluang yang ada (Opportunity)</li>
<li> Ancaman yang merugikan (Treats)</li>
</ul>
<p>Untuk mengkaji suatu organisasi perlu dilakukan analisis dengan melihat faktor internal (yang muncul dari dalam) dan faktor eksternal (yang ada atau datang dari luar).<br />
<strong>Faktor-faktor  internal yang dapat dianalisis :</strong><br />
Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses)<br />
<em> </em></p>
<ul>
<li> Kinerja selama ini?</li>
<li> Sumber daya apa yang dimiliki dan dapat mendukung keberhasilan?</li>
<li> Sistem manajemen, kebijakan dan strategi apa yang dijalankan untuk mendayagunakan sumber daya yang ada?</li>
<li> Apakah kekuatan-kekuatan yang dimiliki?</li>
<li> Apakah kelemahan-kelamahan yang dimiliki?</li>
</ul>
<p><strong>Faktor-faktor Eksternal yang dapat dianalisis :</strong></p>
<p>Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats)</p>
<ul>
<li> Apa kecenderungan umum mengenai situasi dan kondisi ekonomi, politik, budaya, lingkungan yang menjadi masalah dasar?</li>
<li> Apa akar penyebabnya? Termasuk kebijakan-kebijakan yang baik di tingkat lokal, nasional ataupun internasional yang mempengaruhi.</li>
<li> Siapakah pelaku-pelaku yang turut mempengaruhi masalah tersebut?</li>
<li> Adakah pengalaman yang berguna untuk mengatasi masalah tersebut baik pengalaman lokal, nasional maupun internasional?</li>
<li> Apakah ancaman-ancaman (dampak negatif) yang ditimbulkan waktu lalu, sekarang dan masa mendatang?</li>
<li> Apakah peluang-peluang (dampak positif) yang ditimbulkan pada waktu lalu, sekarang dan masa mendatang?</li>
</ul>
<p><strong>Intisari</strong></p>
<ul>
<li> Di beberapa kasus, IT master plan biasanya mengalami revisi sesuai dengan dinamika bisnis dan kebutuhan Instansi/Perusahaan di masa yang akan datang.</li>
<li> Biaya implementasi TI yang sering sangat mahal, akan lebih mudah dikelola dan dikontrol risikonya jika perusahaan mempunyai IT master plan yang baik.</li>
</ul>
<p><strong>Buku acuan :</strong></p>
<ul>
<li> Cassidy, A, 1998, A Practical Guide to Information Systems Strategic Planning, St Lucie Press</li>
<li> Ward, J and Peppard, J, 2002, Strategic Planning for Information Systems, John Wiley &amp; Sons, Ltd.</li>
</ul>
<p>(Dibuat untuk rangkuman workshop Manajemen Perencanaan Strategis Teknologi Informasi &#8211; Kominfo OKU 2010, Baturaja 26 juli 2010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/rencana-strategis-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Samurai Cyber&#8217; Latih Jawara IT Indonesia</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samurai-cyber-latih-jawara-it-indonesia/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samurai-cyber-latih-jawara-it-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 12:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Para jawara keamanan cyber Indonesia mendapat tamu khusus beberapa waktu lalu, yakni kedatangan tamu ahli kemanan TI asal Jepang. Sang Samurai cyber pun melatih para jawara lokal. IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Informasi Internet Traffic Monitooring ID-SIRTII mengatakan, si Samurai Cyber kali ini memberikan pelatihan gratis dalam bentuk training bertajuk &#8216;Malware Analysis Training&#8217; di ID-SIRTII. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/it_analyst-300x226.jpg" alt="" title="it_analyst" width="200" align="left" />Para jawara keamanan cyber Indonesia mendapat tamu khusus beberapa waktu lalu, yakni kedatangan tamu ahli kemanan TI asal Jepang. Sang Samurai cyber pun melatih para jawara lokal. IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Informasi Internet Traffic Monitooring ID-SIRTII mengatakan, si Samurai Cyber kali ini memberikan pelatihan gratis dalam bentuk training bertajuk &#8216;Malware Analysis Training&#8217; di ID-SIRTII.<br />
<span id="more-313"></span><br />
Mereka yang dilatih berasal dari berbagai institusi penting di Indonesia seperti dari kepolisian RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Internet Service Provider dan para peneliti kampus.</p>
<p>Siapakah si Samurai Cyber ini? Dia adalah Takayoshi Shiigi, Manager dan Analis Senior dari Analysis Center JPCERT/CC yang sudah bekerja di bidang cyber security selama 13 tahun.</p>
<p>Shiigi mengatakan bahwa orang Indonesia sangat mudah untuk diajak bekerja sama dan cepat mengerti dalam menggali ilmu-ilmu analisis malware. &#8220;Seberat apapun materi yang diberikan, orang-orang Indonesia tetap bertahan dan ingin menguasai ilmu-ilmu pertahanan cyber ini,&#8221; kata Mantra, menggambarkan penilaian Shiigi.</p>
<p>Keisuke Kamata, Deputy Director of Global Coordination Division JPCERT/CC juga mengatakan, sepertinya analisis malware adalah ilmu baru bagi orang-orang Indonesia. Makanya mereka begitu antusias untuk dapat menguasainya.</p>
<p>Memang di Jepang, ilmu analisis malware sudah dipelajari di bangku kuliah sejak beberapa tahun lalu. Sementara penelitian di Jepang untuk bidang malware jauh lebih dalam untuk menangkis berbagai serangan cyber hacking.</p>
<p>&#8220;Kamata dan pemerintah Jepang sangat fokus terhadap berbagai penelitian dan pekerjaan menangkis serangan cyber hacking termasuk berbagai malware yang dikirim dari negara-negara lain, sehingga perlu kerja sama lebih lanjut dengan negara lain yang ingin bersama-sama menghalau serangan cyber,&#8221; tutur Mantra.</p>
<p>Pemerintah Jepang pun berjanji akan memberikan berbagai pelatihan gratis bidang cyber security dan instruktur terbaik kepada putra putri Indonesia yang memang ingin fokus untuk memperkuat pertahanan informasi negara Indonesia baik sekarang dan di masa-masa yang akan datang.</p>
<p>(detikinet.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samurai-cyber-latih-jawara-it-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsep Penyaringan Konten Porno di Internet</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/konsep-penyaringan-konten-porno-di-internet/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/konsep-penyaringan-konten-porno-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 06:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Polemik mengenai perlunya penyaringan konten negatif d internet, khususnya yang berbau pornografi, kembali mengemuka beberapa hari terakhir. Terutama setelah Menkominfo Tifatul Sembiring menitahkan kepada Internet Service Provider (ISP) atau penyedia jasa internet melaksanakan kewajiban penyaringan tersebut. Bedanya, kali ini disertai penekanan batas waktu hingga satu bulan ke depan. Namun nampaknya, hingga saat ini belum ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/porno-300x198.jpg" alt="" title="content porno" width="200" align="left" />Polemik mengenai perlunya penyaringan konten negatif d internet, khususnya yang berbau pornografi, kembali mengemuka beberapa hari terakhir. Terutama setelah Menkominfo Tifatul Sembiring menitahkan kepada Internet Service Provider (ISP) atau penyedia jasa internet melaksanakan kewajiban penyaringan tersebut.<br />
<span id="more-314"></span><br />
Bedanya, kali ini disertai penekanan batas waktu hingga satu bulan ke depan.</p>
<p>Namun nampaknya, hingga saat ini belum ada kesepahaman apalagi titik temu secara teknis pelaksanaan penyaringan yang efektif antara pelaku industri yang dikenai kewajiban dengan pemerintah yang menginginkan hal ini terwujud segera, mengingat semakin besarnya dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Kedua belah pihak sepertinya harus berusaha saling memahami dan membuka peluang kerjasama.</p>
<p>Suatu Keniscayaan</p>
<p>Pada dasarnya, penyaringan konten adalah suatu hal yang wajar dan dilakukan oleh hampir semua negara yang memanfaatkan internet. Tujuannya adalah untuk melindungi tatanan sosial masyarakat, norma dan nilai yang diyakini atau dianut oleh negara dan bangsa serta sekaligus menjaga agar iklim industri juga berjalan dalam suasana yang kondusif.</p>
<p>Walaupun dengan cara dan sasaran yang berbeda-beda namun sebagian besar penyaringan yang dilakukan oleh negara-negara ini ditujukan kepada konten yang dianggap negatif dan atau melanggar hukum positif yang berlaku di suatu negara. Sehingga penyaringan konten ini dapat dianggap sebagai salah satu upaya menangkal kejahatan di internet.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, kebanyakan negara maju di Eropa dan Amerika walaupun permisif terhadap industri konten pornografi namun kenyataannya melakukan pengawasan dan pembatasan akses yang tegas untuk kelompok masyarakat tertentu saja, misalnya berdasarkan umur dan lokasi geografis sesuai dengan budaya setempat.</p>
<p>Sedangkan pornografi anak sama sekali dilarang dan selalu dianggap sebagai suatu kejahatan yang amat berat ancaman hukumannya.</p>
<p>Di Indonesia, yang dimaksud dengan konten negatif di internet adalah yang mengandung perbuatan yang dilarang di dalam UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu tepatnya pada pasal 27 Ayat 1 (Kesusilaan), Ayat 2 (Perjudian), Pasal 3 (Penghinaan dan atau Pencemaran Nama Baik), Ayat 4 (Pemerasan dan atau Pengancaman) dan Pasal 28 Ayat 1 (Menyebarkan berita bohong), Ayat 2 (SARA).</p>
<p>Khusus untuk asusila diambil pula pasal-pasal di dalam Undang Undang Anti Pornografi dan untuk kejahatan terhadap anak-anak digunakan Undang Undang Perlindungan Anak.</p>
<p>Kebebasan di Internet</p>
<p>Namun demikian, ada sebagian kelompok pendukung kebebasan di internet yang khawatir adanya intervensi, apapun itu bentuknya terhadap kehendak masyarakat internet adalah pelanggaran terhadap hak kebebasan berbicara serta berekspresi. Sekalipun itu dilakukan negara berdasarkan hukum positif.</p>
<p>Pada kenyataannya, semua negara demokrasi di dunia mengakui bahwa ada kebebasan berbicara dan berekspresi namun hak ini dibatasi oleh hak orang lainnya. Ketika ada orang lain atau kepentingan publik yang dirugikan, maka kebebasan itu tetap harus dibatasi dan dikendalikan.</p>
<p>Dan semua negara yang telah memanfaatkan internet juga telah sepakat bahwa tindak pidana tetaplah suatu perbuatan kriminal, bukan bagian dari kebebasan yang dimaksud di atas.</p>
<p>Sesungguhnya model penyaringan konten internet yang bersifat represif dengan latar belakang ideologi dan politik serta kepentingan nasional hanya terjadi di beberapa (sebagian kecil) negara saja seperti China, Arab Saudi, Iran, Myanmar, Korea Utara, Malaysia dan beberapa negara kecil lainnya yang tidak signifikan jumlahnya.</p>
<p>Hal itu biasanya dilakukan dengan cara mengendalikan infrastruktur internet secara keseluruhan untuk membatasi gerakan publik yang menyokong separatisme, keterbukaan dan demokrasi serta HAM yang bertentangan dengan kepentingan kekuasan dan dianggap mengancam integritas nasional, sekaligus mencegah konten yang dianggap negatif secara universal (asusila, perjudian, dan lainnya).</p>
<p>Meskipun demikian, kebijakan pengendalian infrastruktur internet semacam ini juga tidak selalu berkonotasi negatif.</p>
<p>Statistik menunjukkan bahwa pada sisi lain kebijakan pengendalian tersebut ternyata dapat meningkatkan kualitas efisiensi akses yang justru memajukan bangsa itu sendiri. Sebab, komunitas internetnya lebih fokus di dalam memanfaatkan internet sekaligus menciptakan kemandirian. Negara itu tidak lagi tergantung pada layanan internet dan konten dari negara lain. Sehingga potensi dan ekonomi internet lokal pun tumbuh pesat.</p>
<p>Konsep Pendekatan</p>
<p>Pihak Pemerintah, pelaku industri maupun komunitas internet terutama aktivis media alternatif (bloggers/citizen jurnalism) dan kadang kala kalangan jurnalis media mainstream (terutama online) masih rancu menempatkan penyaringan sebagai suatu sensor. Sesungguhnya konsep pendekatan keduanya berbeda.</p>
<p>Di dalam penyaringan, suatu konten negatif telah terlebih dahulu ada atau ditayangkan baru kemudian diambil tindakan atau upaya untuk membatasi akses kepadanya. Sedangkan sensor adalah sebuah proses di mana produksi suatu konten harus mendapatkan persetujuan dari otoritas tertentu sebelum ditayangkan sehingga model sensor adalah pengendalian sepenuhnya terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi.</p>
<p>Sementara penyaringan justru dimaksudkan melindungi dari konten yang tidak dikehendaki oleh publik. Pada prinsipnya sensor mengubah atau menghilangkan sebagian atau seluruhnya suatu konten sedangkan konsep penyaringan hanyalah melakukan penangkalan terhadap konten yang spesifik.</p>
<p>Di Indonesia, polemik terkait konsep kebijakan penyaringan nampaknya terbagi dalam dua pendapat mainstream. Yang pertama, konsep self filtering (penyaringan sendiri) yang banyak didukung oleh komunitas sipil dan pelaku industri internet selaku pemangku kepentingan.<br />
Pendapat pertama ini percaya kepada kearifan para pengguna internet. Untuk mencegah konten negatif dilakukan kampanye berkelanjutan untuk menggugah kesadaran dan memberi keterampilan serta solusi (perangkat, tools, layanan) sehingga para pengguna mampu melindungi dirinya sendiri secara mandiri.</p>
<p>Para aktivis, pelaku industri dan pemerintah berperan sesuai kapasitas masing-masing serta bekerjasama menyelenggarakan kegiatan kampanye sebanyak mungkin dan menyebarluaskan solusinya.</p>
<p>Konsep self filtering ini diyakini dapat berjalan efektif apabila didukung oleh semua pelaku yang terlibat di dalam aktivitas berinternet di Indonesia. Secara strategis para aktivis internet percaya bahwa konsep ini dalam jangka panjang lebih mendidik karena turut menyiapkan kesiapan mental pengguna internet.</p>
<p>Sekaligus meminimalisir intervensi, arogansi dan penyalahgunaan kewenangan pemerintah di dalam melakukan represi ranah internet dimana hal tersebut dapat berpotensi mencederai hak kebebasan berbicara dan berekspresi.</p>
<p>Yang kedua adalah konsep filtering by design (penyaringan terstruktur) yang banyak didukung oleh para ahli praktisi keamanan internet dan pemerintah.</p>
<p>Dalam konsep ini seluruh pemangku kepentingan internet di Indonesia didorong oleh pemerintah untuk bekerja sama membangun suatu layanan penyaringan konten negatif yang terintegrasi dan komprehensif (menyeluruh) diterapkan sesuai dengan tatanan industri internet nasional sebagai suatu tanggung jawab moral bersama.</p>
<p>Semua inisiatif diadopsi, difasilitasi dan dilakukan dengan kewenangan (regulasi, birokrasi, represi) pemerintah. Sedang untuk mencegah terjadinya abuse of power (penyalahgunaan) maka sistem yang dibangun harus memungkinkan peran serta masyarakat sipil, komunitas internet dan dunia industri yang lebih dominan dibandingkan dengan pemerintah/kekuasaan.</p>
<p>Konsep filtering by design diyakini dapat berjalan efektif untuk secara instan melindungi para pengguna yang awam, pengguna baru dan anak-anak terutama terhadap praktek penyesatan yang dilakukan oleh penyedia konten negatif.</p>
<p>Para pendukung konsep ini percaya bahwa pada prakteknya kemampuan melakukan kampanye kesadaran yang dilakukan oleh pihak manapun sangatlah terbatas dan tidak mampu menjangkau keseluruhan populasi pengguna internet yang terus tumbuh dan berkembang dengan pesat.<br />
Sehingga kondisi pada umumnya yang akan terjadi adalah lebih banyak pengguna internet yang tidak terlindungi sehingga ini menimbulkan aneka kerawanan. Maka lebih baik dilakukan proteksi preventif dan reaktif ketimbang menunggu kesadaran dan partisipasi pengguna.<br />
Walaupun untuk itu diperlukan effort yang besar serta penataan kembali hingga penyederhanaan tatanan industri internet nasional dan kondisi infrastrukturnya.</p>
<p>Sekedar catatan, dengan tingkat pertumbuhan dan penetrasi internet saat ini, diperkirakan ada 10 ribu pengguna internet baru setiap hari di Indonesia dan lebih dari 40% diantaranya adalah anak-anak remaja usia sekolah menengah.</p>
<p>Sebagian besar bahkan seluruhnya pengguna baru ini adalah sangat awam dan tidak pernah mendapat informasi dan pendampingan untuk melindungi diri dan lingkungan dari dampak negatif internet serta konten negatif yang berbahaya.</p>
<p>Pemahaman Teknis</p>
<p>Para pengambil kebijakan yang nantinya akan membahas penyaringan konten internet pada prinsipnya harus memiliki pemahaman teknis bagaimana internet bekerja dan pada tingkatan mana suatu solusi penyaringan konten akan dapat dilakukan dan model serta teknologi apa saja yang mungkin diterapkan:</p>
<p>1.Penyaringan pada jaringan. Pada prinsipnya internet adalah jaringan global yang menghubungkan titik akses dengan layanan tujuannya. Koneksi internet terjadi sebagai suatu proses dimana perangkat akses akan saling terhubung dengan aneka layanan internet melalui suatu jaringan publik secara terbuka.</p>
<p>Dalam proses ini secara prinsip ada tiga hal yang bekerja yaitu alamat IP (setiap perangkat akses memiliki alamat IP yang unik sebagai pengenal di dalam jaringan), domain name (sistem pemetaan alamat IP ke nama yang mudah dikenal manusia dan sebaliknya) dan URL (uniform resource locator atau sistem yang mengarahkan pengguna ke suatu lokasi konten tertentu).</p>
<p>Maka teknis penyaringan konten pun dapat dilakukan dengan metode daftar hitam (blacklist) alamat IP, domain dan URL yang dipastikan mengandung konten negatif. Semua ini dapat dilakukan pada tingkat pengguna, tapi untuk hasil yang lebih efektif dan berskala luas harus dilakukan oleh ISP dan NAP.</p>
<p>Karakteristik penyaringan berbasis daftar hitam alamat IP dan domain relatif sifatnya tetap/tidak berubah untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga tidak membutuhkan sumber daya yang besar untuk implementasi. Biayanya murah dan mudah direplikasi ke semua ISP karena database blacklist dapat digunakan bersama.</p>
<p>Kelemahannya, apabila database daftar hitam semakin besar maka waktu proses (latency) yang diperlukan untuk memeriksa setiap akses yang terjadi mungkin akan meningkat. Namun ada banyak cara untuk mereduksi, misalnya dengan menyediakan active buffer yang lebih besar.</p>
<p>Ada banyak layanan penyedia daftar hitam terkini untuk pemutakhiran data baik yang berbayar (langganan) maupun tidak berbayar. Sehingga setiap ISP dapat leluasa menyelenggarakan penyaringan dengan klasifikasi sesuai selera menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggannya. Bahkan mungkin bisa dijual juga sebagai  layanan nilai tambah (value added service).<br />
Pilihan lain, pemutakhiran dapat melibatkan peran serta komunitas internet secara aktif lewat mekanisme pelaporan dan partisipasi pengklasifikasian konten negatif.</p>
<p>Sedangkan untuk penyaringan URL membutuhkan upaya dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan penyaringan berbasis IP dan domain karena suatu URL sifatnya spesifik (langsung mengarah pada lokasi konten tertentu) dan dinamis (dapat berubah dengan cepat).<br />
Penentuan alamat URL berada sepenuhnya dalam kendali pemilik atau penyebar konten tersebut. Sehingga apabila konten tersebut bersifat negatif dan diburu (disaring) oleh banyak pihak maka si pelaku dapat dengan mudah memindahkan lokasinya bahkan menggandakannya di berbagai tempat lain untuk menghindari penangkalan.</p>
<p>Bahkan konten ini dapat disisipkan pada konten lain yang sebenarnya baik, sehingga sangat mungkin upaya penyaringan URL yang tidak presisi dapat mengakibatkan turut tersaringnya konten lain yang tidak bersalah. Upaya ini dapat menjadi semakin kompleks apabila pelaku memanfaatkan teknologi penyebaran artifisial secara otomatis sehingga bersifat acak, menyebar luas dan menyamarkan konten tersebut dalam konten-konten biasa lainnya.</p>
<p>Sesuai dengan tatanan industri internet Indonesia saat ini maka sebaiknya proses penyaringan URL dilakukan di tingkat NAP selaku penyelenggara gateway dan exchange bukan di ISP atau apalagi pengguna akhir.</p>
<p>Proses ini juga harus melibatkan peran aktif pemerintah sebagai justifikasi penyaringan yang dilakukan.</p>
<p>Berbeda dengan penyaringan berbasis IP dan domain yang bisa dilaksanakan secara terbuka melibatkan banyak pihak, maka proses untuk penyaringan URL sebaiknya dilaksanakan secara tertutup, cermat, berhati-hati serta melibatkan segelintir pihak yang tidak hanya kompeten tetapi juga memiliki kewenangan sesuai peraturan perundangan yang ada.</p>
<p>Penyaringan berbasis IP, domain dan URL adalah jenis filtering by design.</p>
<p>2.Penyaringan pada aplikasi. Pada dasarnya konten negatif sebenarnya dapat menyebar dengan berbagai macam cara memanfaatkan keawaman pengguna dan kelemahan aplikasi yang digunakannya. Sehingga konsep self filtering dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan ini. Intinya pengguna diajak meningkatkan kesadaran dan keterampilannya agar mampu melindungi diri dan turut serta menangkal penyebaran konten negatif di lingkungannya.</p>
<p>Ada banyak solusi untuk melakukan proteksi dan penyaringan aplikasi yang digunakan untuk akses internet. Misalnya menggunakan teknik deteksi kata kunci (keyword), pengenalan artifisial (regex) dan daftar putih (whitelist). Semua ini dikombinasikan pula dengan sistem dan teknologi anti virus, anti malware dan personal firewall yang terintegrasi di dalam sistem operasi.</p>
<p>Sistem perlindungan pengguna pada umumnya sudah tersedia secara default di setiap aplikasi, akan tetapi perlu diaktifkan dikonfigurasi secara manual. Apabila aplikasi yang digunakan seperti email agent, web browser belum menyediakan fasilitas ini maka pengguna dapat memasang produk pihak ketiga baik yang berbayar maupun yang tidak berbayar. Banyak pilihannya.</p>
<p>Walaupun pada dasarnya penyaringan pada aplikasi dapat dilakukan sendiri oleh pengguna akan tetapi ISP sudah seharusnya juga menyediakan layanan dukungan teknis sekaligus menyediakan aneka pilihan aplikasi perlindungan beserta pemutakhirannya apabila sekiranya nanti pengguna membutuhkan.</p>
<p>Tantangan Implementasi</p>
<p>Secara teoritis dan teknis penyaringan konten negatif sangat mungkin dilakukan baik di tingkat jaringan melibatkan penyelenggara (NAP dan ISP) maupun pada tingkat pengguna (self filtering). Tetapi ada beberapa hal yang patut dicermati berdasarkan pengalaman implementasi penyaringan konten negatif di negara lain dan inisiatif yang dilakukan oleh komunitas internet indonesia selama ini.</p>
<p>1. Masalah volume</p>
<p>Pertumbuhan konten termasuk yang negatif, pengguna dan traffic internet itu sendiri sangat pesat dan eksponensial. Sehingga upaya penyaringan akan membutuhkan upaya dan sumber daya serta biaya yang semakin meningkat.</p>
<p>Maka sebelum kebijakan penyaringan diterapkan, terlebih dahulu harus ada konsep dan desain serta rencana implementasi komprehensif serta telah teruji (proven) kehandalannya untuk menangani skala yang luas dan terus tumbuh. Pemerintah dan industri yang terlibat harus mampu menjamin aspek keberlangsungannya, karena sistem itu akan dibutuhkan jangka panjang.</p>
<p>2. Masalah kejenuhan</p>
<p>Bagaimanapun sistem penyaringan ini masih akan membutuhkan intervensi manual terutama untuk dua hal melakukan klasifikasi jenis konten negatif apakah itu tergolong sebagai pornografi, judi, dan lainnya.</p>
<p>Untuk melakukan pemeriksaan apakah konten yang dilaporkan masyarakat memang benar mengandung unsur negatif yang dilarang sekaligus melakukan pengujian apakah penyaringan yang dilakukan telah tepat sasaran. Pengalaman inisiatif sistem DNS filtering Nawala Project yang diselenggarakan oleh Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) dalam sehari bisa diterima 200 lebih email pengaduan.</p>
<p>Pemeriksaan dan klasifikasi adalah pekerjaan yang melelahkan dan mengakibatkan kejenuhan mental dan pikiran yang luar biasa serta diperlukan kemampuan ketahanan tersendiri untuk melakukannya. Apalagi bila proses itu dikerjakan oleh relawan (voluntary), maka akan sangat sulit dijamin kecepatan respon pengaduan dan akurasi proses pemutakhiran data daftar hitam.</p>
<p>Sangat mungkin terjadi kesalahan akibat kekurangcermatan dan kelelahan mental. Maka harus dipikirkan kesiapan sumber daya manusia dari segi jumlah serta jadwal rotasi yang wajar untuk mengantisipasi pertubuhan pengaduan konten.</p>
<p>3. Masalah justifikasi</p>
<p>Suatu konten sebelum diklasifikasi dan dimasukkan ke dalam daftar hitam penyaringan harus mendapatkan justifikasi sebab musabab mengapa konten tersebut dianggap mengandung unsur negatif.</p>
<p>Pemerintah harus menghimpun sekelompok orang yang dianggap mewakili kepentingan dan sudut pandang yang ada di dalam masyarakat untuk melakukan justifikasi. Kelemahannya, belum tentu justifikasi itu diterima oleh kelompok lain atau minoritas yang terabaikan.</p>
<p>Hal semacam ini justru bisa menjadi preseden praktek demokrasi yang buruk. Kesalahan dan bias subyektif di dalam justifikasi bisa jadi berakibat fatal, sebagai contoh pengalaman yang terjadi di Nawala Project.</p>
<p>Penyaringan terhadap suatu situs yang memuat konten perdebatan agama yang cenderung mengarah kepada unsur SARA justru mendapatkan pertentangan dari kelompok yang merasa dihilangkan hak jawabnya oleh sistem penyaringan karena mereka tidak lagi leluasa mengakses situs debat tersebut.</p>
<p>Apalagi sebenarnya di dalam pemahaman dan definisi konten negatif menurut undang-undang pun ternyata masih menyisakan ruang intepretasi yang berbeda.</p>
<p>4. Masalah kebutuhan khusus</p>
<p>Dalam banyak aspek suatu sistem penyaringan sangat mungkin menghambat kegiatan tertentu yang sangat penting dan strategis seperti penelitian/riset, intelejen/data mining, sistem deteksi dini terhadap anomali infrastruktur internet hingga proses penegakan hukum.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, upaya pelacakan dan pengumpulan alat bukti serta petunjuk di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus penyebaran konten negatif justru memerlukan akses yang bebas terhadap material tersebut.</p>
<p>Untuk keperluan penyediaan alat bukti digital forensik (digital evidence containment) bahkan  harus dilakukan retensi bukan hanya oleh penegak hukum tetapi juga pihak penyelenggara (misalnya web hosting atau content provider).</p>
<p>Prosedur ini sangat diperlukan di dalam rekonstruksi pengungkapan tindak kejahatan digital. Apabila tekanan ketentuan penyaringan kurang memperhitungkan kebutuhan penegakan hukum, kebijakan tersebut justru akan mendorong penyelenggara untuk melakukan tindakan yang justru mengakibatkan hilangnya alat bukti, menghapus jejak pelaku dan menyulitkan proses hukum di kemudian hari.</p>
<p>5. Masalah peralihan saluran penyebaran</p>
<p>Pengendalian konten harus dilakukan secara cermat, hati-hati, memperhatikan momentum di masyarakat serta tidak terburu-buru. Kearifan diperlukan justru untuk menjamin keberhasilan upaya ini dalam jangka panjang Sebab di dalam proses penyaringan sebenarnya berlaku hukum balon, yaitu apabila dipencet hingga mengempis pada satu sisi justru akan mengembang luas di sisi yang lain.</p>
<p>Penyaringan konten negatif pada layanan yang berada di saluran terbuka justru akan mendorong penyebaran melalui saluran yang tertutup dan lebih bersifat pribadi (private). Misalnya, penyaringan situs pornografi mungkin akan mendorong penyebaran konten negatif ini melalui saluran email, peer to peer file sharing, dan lainnya.</p>
<p>Akses yang bersifat tertutup dan pribadi seperti ini tentu saja sangat sulit untuk ditangkal dan sudah masuk ke wilayah hak individu yang justru harus dilindungi sesuai prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).</p>
<p>6. Perkembangan akses seluler</p>
<p>Semua pihak kini mengkritisi penyebaran konten negatif pada saluran internet konvensional dan menyatakannya sebagai situasi yang kritis. Namun sebenarnya ada saluran lain yang luput dari perhatian kita yaitu akses selular. Apabila kita memperhatikan angka statistiknya maka segera dapat disadari bahwa masa depan internet justru ada di saluran selular ini.</p>
<p>Dalam 15+ tahun usia internet konvensional indonesia hanya mampu menghimpun 45 juta pengguna. Sementara akses data internet melalui jalur selular berhasil mencapai angka penetrasi 45 juta hanya dalam waktu 5 tahun.</p>
<p>Dari segi perangkat akses, internet konvensional saat ini hanya memiliki sekitar 8+ juta terminal (komputer) sementara untuk akses selular ada 85 juta perangkat yang sudah GPRS/EDGE, UMTS/HSDPA (3G), EVDO ready.</p>
<p>Model bisnis layanan seluler sangatlah berbeda dengan layanan internet biasa, dimana pemilik dan pelanggan seluler tidak serta merta menjadi pengguna akses data/internet.</p>
<p>Sehingga cara pendekatan dan edukasi penggunanya pun berbeda namun ironisnya justru Pemerintah selaku regulator yang hendak mendorong implementasi penyaringan konten negatif sama sekali belum mengajak dan atau mewajibkan para operator selular sebagaimana dikenakan pada ISP dan NAP.</p>
<p>7. Penyebaran offline</p>
<p>Bahwa antara dunia nyata dan dunia maya pada saat ini bukanlah dua ranah yang terpisah namun justru saling terkait erat satu sama lain. Yang terjadi di ranah internet juga membawa dampak ke ranah nyata dan sebaliknya.</p>
<p>Sehingga dalam kaitan upaya penyaringan konten negatif di internet harus pula diiringi dengan gerakan yang serupa di ranah nyata ini dan dilaksanakan secara bersamaan, intensif serta berkelanjutan.</p>
<p>Apabila tindakan dan sikap tegas tidak dilakukan di kedua ranah maka niscaya akan terjadi efek ping-pong dimana konten negatif akan berpindah-pindah dari ranah maya ke ranah nyata dan sebaliknya.</p>
<p>Demikian. Kiranya tulisan ini dapat mengawali wacana untuk menuju suatu kesepahaman dan kesamaan persepsi antara seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalam inisiatif ini. Semoga internet indonesia semakin maju, aman dan nyaman terbebas dari gangguan konten negatif dan berganti dengan tumbuhnya konten positif yang bermanfaat, memajukan dan mensejahterakan.</p>
<p>(oleh : M. Salahuddien, penulis adalah aktivis, praktisi dan konsultan Teknologi Informasi, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua ID-SIRTII yaitu Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure. dimuat di detikinet)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/konsep-penyaringan-konten-porno-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apple Cari 3 Pakar Antena</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apple-cari-3-pakar-antena/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apple-cari-3-pakar-antena/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 03:33:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[iphone 4]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Kesempatan buat para insinyur yang ahli soal desain antena dan propagasi. Apple saat ini tengah membuka lowongan kerja buat profesional yang punya keahlian tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga lowongan yang dibuka. Entah kebetulan atau tidak, lowongan kerja tersebut dipublikasikan Apple pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan adanya masalah pada antena iPhone 4 saat dijual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/iphone.jpeg"><img title="iphone" src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/iphone.jpeg" alt="" width="150" align="left" /></a>Kesempatan buat para insinyur yang ahli soal desain antena dan  propagasi. Apple saat ini tengah membuka lowongan kerja buat profesional  yang punya keahlian tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga  lowongan yang dibuka.</p>
<p>Entah kebetulan atau tidak, lowongan kerja  tersebut dipublikasikan Apple pada waktu yang hampir bersamaan dengan  laporan adanya masalah pada antena iPhone 4 saat dijual perdana, Kamis  (24/6/2010) lalu. Sejumlah pengguna smartphone tersebut mengaku  kesulitan mendapatkan sinyal saat menggunakannya.<br />
<span id="more-309"></span><br />
Belakangan  Appel secara resmi menyatakan bahwa masalah tersebut terjadi karena  adanya redaman (attenuation) yang timbul saat perangkat yang aktif  digenggam dengan posisi tertentu. Apple menyarankan pengguna iPhone 4  agar tidak menggenggam bagian bawah perangkatnya terutama menutup garis  hitam di kedua sisi sudut bagian bawah yang menjadi tempat antena  eksternal atau membungkus iPhoen 4 dengan aksesoris yang tersedia di  pasar agar tidak terjadi kontak langsung antara tangan dan antena.</p>
<p>Desain  antena luar yang diletakkan pada pelat stainless steel yang  mengelilingi sisi iPhone 4 memang baru kali ini dipakai. Sebelumnya saat  memperkenalkan iPhone 4pertama kali dalam kegiatan Worldwide Developer  Congerence (WWDC) awal Juni lalu, CEO Apple Steve Jobs menyatakan antena  luar tersebut diharapkan bisa meningkatkan kakuatan penerimaan sinyal.</p>
<p>Namun,  faktanya desain antena luar tersebut malah menimbulkan masalah apalagi  terutama buat pengguna yang kidal. Jadi, apakah lowongan kerja buat para  ahli antena tersebut untuk mengatasi masalah ini? Tertarik mendaftar,  silakan kunjungi website Apple <a href="http://jobs.apple.com/index.ajs?BID=1&amp;method=mExternal.showJob&amp;RID=55852&amp;CurrentPage=1">di  sini</a>.</p>
<p>(kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apple-cari-3-pakar-antena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semua Bisa Buat Aplikasi Android</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/semua-bisa-buat-aplikasi-android/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/semua-bisa-buat-aplikasi-android/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 01:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Tak harus menjadi programer andal atau developer untuk bisa membuat aplikasi menarik buat ponsel pintar berbasis Android. Google telah menyediakan perangkat lunak yang membuat semua orang bisa merancang aplikasi sederhana dengan nama App Inventor. &#8220;Perangkat lunak ini akan membantu, baik programer maupun yang bukan programer, profesional, dan mahasiswa untuk membuat aplikasi untuk Android,&#8221; demikian pernyataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/android-300x300.gif" alt="" title="android" width="200" align="left" />Tak harus menjadi programer andal atau developer untuk bisa membuat aplikasi menarik buat ponsel pintar berbasis Android. Google telah menyediakan perangkat lunak yang membuat semua orang bisa merancang aplikasi sederhana dengan nama App Inventor.</p>
<p>&#8220;Perangkat lunak ini akan membantu, baik programer maupun yang bukan programer, profesional, dan mahasiswa untuk membuat aplikasi untuk Android,&#8221; demikian pernyataan resmi di blog Google, Senin (12/7/2010), yang ditulis oleh salah satu insinyurnya, Mark .<br />
<span id="more-302"></span><br />
Dengan perangkat lunak ini, pembuat aplikasi tak usah melakukan pemrograman berbasis teks karena sudah disediakan blok-blok perintah yang bisa menjalankan fungsi tertentu. Pengguna tinggal menyusun blok-blok yang sudah diprogram tersebut layaknya menyusun Lego.</p>
<p>Jadi, pengguna Android pemula sekalipun dapat membuat aplikasi sendiri buat perangkat miliknya, termasuk aplikasi sederhana untuk kebutuhan pribadi.</p>
<p>&#8220;Anda dapat membuat aplikasi apa saja yang ada dalam pikiran Anda. Misalnya, Anda dapat membuat aplikasi untuk membantu mengingat di mana teman Anda memarkir mobilnya atau merancang aplikasi sendiri untuk tur sekolah, tempat kerja, atau museum. Perangkat lunak pembuat aplikasi ini disertai dengan sensor GPS sehingga Anda dapat membuat aplikasi yang dapat memberitahukan lokasi di mana Anda berada atau aplikasi untuk melacak di mana teman Anda berada,&#8221; tulis Google.</p>
<p>Perangkat lunak ini akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang. Saat ini, perangkat lunak tersebut masih dalam pengetesan di laboratorium Android.</p>
<p>(kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/semua-bisa-buat-aplikasi-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung Bantah Tudingan Apple</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samsung-bantah-tudingan-apple/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samsung-bantah-tudingan-apple/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 01:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Apple vs Samsung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Produsen ponsel asal Korea Selatan, Samsung Electronics, membantah pernyataan Apple yang mengatakan bahwa smartphone milik mereka, Samsung Omnia II, juga mengalami masalah dalam penerimaan sinyal seperti iPhone 4. Bantahan tersebut dikeluarkan Samsung, Selasa (2/7/2010), menanggapi komentar CEO Apple Steve Jobs saat menjelaskan adanya masalah pada antena smartphone terbaru buatan Apple itu. Apple berupaya mengatakan bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/iphone-4-237x300.jpg" alt="" title="iphone-4" width="150" align="left" />Produsen ponsel asal Korea Selatan, Samsung Electronics, membantah pernyataan Apple yang mengatakan bahwa smartphone milik mereka, Samsung Omnia II, juga mengalami masalah dalam penerimaan sinyal seperti iPhone 4. Bantahan tersebut dikeluarkan Samsung, Selasa (2/7/2010), menanggapi komentar CEO Apple Steve Jobs saat menjelaskan adanya masalah pada antena smartphone terbaru buatan Apple itu.</p>
<p>Apple berupaya mengatakan bahwa masalah yang saat ini sedang dialami sama halnya seperti masalah yang dialami smartphone lainnya. Disebutkan saat itu bahwa sebelumnya produsen ponsel asal Kanada (RIM), produsen ponsel asal Korea Selatan (Samsung), dan produsen asal Taiwan (HTC) pernah mengalami gangguan dalam penerimaan sinyal.<br />
<span id="more-295"></span><br />
&#8220;Berdasarkan pengalaman kami selama bertahun-tahun merancang ponsel berkualitas tinggi, Samsung telepon selular selalu menggunakan desain teknologi antena internal yang mengoptimalkan kualitas penerimaan untuk semua jenis cara menggenggam,&#8221; kata Samsung dalam sebuah pernyataanya.</p>
<p>Para petinggi Samsung juga membantah adanya keluhan dari para pelanggan mengenai Samsung Omnia II yang sebelumnya dikatakan oleh Apple. Selain Samsung, produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), juga membantah tudingan Apple tersebut.</p>
<p>(kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/samsung-bantah-tudingan-apple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Botnet</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/botnet/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/botnet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 06:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[botnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Botnet dapat diasosiasikan sebagai sebuah zombie atau mayat hidup yang dapat diperintah untuk melakukan kegiatan yang kita inginkan. Maksudnya disini adalah sebuah komputer yang terinfeksi oleh trojan atau jenis virus lain yang membuat sebuah komputer tidak berjalan sebagaimana mestinya karena menjalankan perintah-perintah dari si pembuat botnet tersebut. Botnet tidak lebih dari sebuah tool yang digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/botnet-attack-300x204.jpg" alt="" title="botnet-attack" width="200" align="left" />Botnet dapat diasosiasikan sebagai sebuah zombie atau mayat hidup yang dapat diperintah untuk melakukan kegiatan yang kita inginkan. Maksudnya disini adalah sebuah komputer yang terinfeksi oleh trojan atau jenis virus lain yang membuat sebuah komputer tidak berjalan sebagaimana mestinya karena menjalankan perintah-perintah dari si pembuat botnet tersebut.<br />
<span id="more-19"></span><br />
Botnet tidak lebih dari sebuah tool yang digunakan untuk banyak motif yang diinginkan oleh si pembuat botnet. Kebanyakan botnet digunakan untuk kegiatan kriminal (aktifitas mendatangkan uang) atau untuk menghancurkan. Beberapa contoh penggunaan botnet adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>Distributed Denial-of-Service</strong><br />
Kadang komputer yang telah menjadi sebuah botnet digunakan untuk sebuah serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS). Serangan DDoS adalah serangan pada sebuah system komputer atau jaringan yang menyebabkan hilangnya service pada user yang biasanya berupa hilangnya koneksi dari jaringan dan service dengan menghabiskan bandwidth jaringan korban atau overloading-nya sumberdaya (resource) sistem si korban.</p>
<p>Botnet kebanyakan digunakan dalam skala besar dalam sebuah serangan. Bayangkan saja jika jumlahnya ribuan komputer bot yang menyerang system anda. Tiap bot akan membawa sebuah serangan DDoS melawan host yang lain. Kebanyakan juga menggunakan TCP SYN dan UDP flood attack untuk membanjiri sebuah host target.</p>
<p>Ada juga yang menggunakan botnet untuk menjalankan commercial DDoS attack pada lawan atau target yang dituju. Ada juga yang menggunakan botnet untuk mengirim bulk mail yang juga membawa serangan DDoS untuk melawan sebuah web server tertentu.</p>
<p>Sebagai catatan bahwa serangan DDoS attacks tidak dibatasi pada web server saja, secara logika bahwa semua service yang tersedia dalam Internet dapat menjadi target sebuah serangan. Higher-level protocol dapat digunakan untuk menambah pay load, bahkan serangan akan lebih efektif seperti dengan menjalankan exhausting search queries dalam bulletin board atau recursive HTTP-flood dalam website korban.<br />
Recursive HTTP-flood berarti bot akan mulai dari sebuah link HTTP dan akan diikuti dengan seluruh link yang ada pada website korban. Cara ini biasa juga disebut dengan spidering.</p>
<p><strong>Spamming</strong><br />
Beberapa bot menawarkan banyak kemungkinan untuk membuka proky SOCKS v4/v5 yaitu sebuah protocol proxy untuk TCP/IP. Setelah mengaktifkan proxy SOCKS, kemudian akan digunakan untuk menjalankan berbagai keperluan seperti spamming. Dengan bantuan sebuah botnet dan jutaan bot tersebut, seorang penyerang akan dapat mengirimkan bulk email (spam) secara besar-besaran. Beberapa bot juga mengimplementasikan sebuah fungsi spesial untuk mengambil alamat email. Kadang email spam yang anda terima you dikirim dari alamat email teman anda atau bias juga menggunakan proxy teman anda yang telah terinfeksi.</p>
<p><strong>Sniffing Traffic</strong><br />
Bot juga dapat menggunakan sebuah paket sniffer untuk melihat text data menarik yang lewat dalam sebuah komputer. Biasanya informasi yang berguna yang akan diambil dalam sebuah komputer yang telah terinfeksi seperti username dan password.</p>
<p>Dan masih banyak lagi kegunaan dari botnet yang dapat digunakan seperti Keylogging, menyebarkan malware, menyerang jaringan chat IRC, Manipulasi poling atau game online, pencurian identitas secara besar besaran dan lain sebagainya.</p>
<p>Beberapa jenis botnet adalah :</p>
<ul>
<li> Agobot/Phatbot/Forbot/XtremBot</li>
<li> SDBot/RBot/UrBot/UrXBot/&#8230;</li>
<li> mIRC-based Bots &#8211; GT-Bots</li>
<li> DSNX Bots</li>
<li> Q8 Bots</li>
<li> Kaiten</li>
<li> Perl-based bots</li>
<li> dan masih banyak lagi yang lain</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/botnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Blog?</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apa-itu-blog/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apa-itu-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 05:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-content/uploads/2010/07/blog-300x199.jpg" alt="" title="blog" width="200" align="left" />Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.<br />
<span id="more-14"></span><br />
Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan “catatan perjalanan” seseorang di Internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar “cerdas” mereka, pendapat-pendapat pribadi dan bahkan mengekspresikan sarkasme mereka pada link yang mereka buat.</p>
<p>Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita “mengintip” isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal. </p>
<p>Roger Yim, seorang kolumnis San Francisco Gate pada artikelnya di Februari 2001, menuliskan bahwa sebuah Blog adalah persilangan antara diary seseorang dan daftar link di Internet. Sedang Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salon pada May 1999 menyimpulkan bahwa Blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekedar kumpulan link tapi kurang instrospektif dari sekedar sebuah diary yang disimpan di internet.</p>
<p>Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain.</p>
<p><strong>Sejarah Blog</strong><br />
Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kalau kita masih ingat, Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Nestcape. Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.</p>
<p>Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.</p>
<p>Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sehingga Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh Grouksoup, Edit this Page dan juga Velocinews. </p>
<p>Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Eatonweb Portal adalah salah satu daftar Blog terlengkap yang kini ada diantara daftar Blog lainnya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan macam-macam lagi. Bahkan Blogger ada Blog tentang barang-barang aneh yang dijual di situs lelang Ebay yang bernama Who Would By That?. </p>
<p>Cameron Barret menulis pada Blog-nya essay berjudul Anatomy of a Weblog yang menerangkan tema dari Blog. “Blog seringkali sangat terfokus pada sebuah subjek unik yaitu sebuah topik dasar dan/atau sebuah konsep yang menyatukan tema-tema dalam Blog tersebut.” Secara sederhana topik sebuah Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema segila apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di Internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog.</p>
<p>Dari sedemikian banyak Blog yang ada, Blog-Blog yang menetapkan standar dari Blog dan terkenal sehingga memiliki penggemarnya sendiri diantaranya adalah Blog milik Jorn Barger, Robot Wisdom yang disebut-sebut merupakan Blog terbesar dan paling berguna dimana dia setiap harinya menyodorkan sekian banyak link yang dibentuk dari ketertarikannya pada seni dan teknologi. Camworld adalah Blog populer milik Cameron Barret seorang Desainer Interaktif dimana dia mengkatagorikan topik-topik Blog-nya pada katagori, Random Thoughts, Web Design dan New Media. Camworld dapat disebut sebagai Blog klasik dalam arti Blog tersebut mengandung dosis tepat dari karakter dan opini pribadi dicampur dengan keselektifan pemilihan link-nya. </p>
<p>Blog terkenal lainnya diantaranya, “Obscure Store”http://www.obscurestore.com/ milik Jim Romenesko yang menyediakan link bertemakan berita dan gosip serta hal-hal kecil yang sedikit mengarah pada underground movement, Lawrence Lee juga setiap hari mengupdate Blog-nya, Tomalak’s Realm dengan link-link pada berita tentang Web Design dan Net Business. Memepool dengan pilihan koleksi link-nya yang unik disertai analisis cerdas juga digemari sebagai Blog yang istimewa. </p>
<p>Kottke.org merupakan Blog menarik milik Jason Kottke seorang Web Designer yang tinggal di San Francisco, di Blog-nya dia menulis bahwa Blog-nya tersebut adalah caranya mengisi waktu luang untuk menyusun kembali tulisan-tulisan, desain-desain dan critical skill-nya. Tak lupa juga Blog milik Dave Winer, Scripting News, salah satu Blog pertama yang banyak memberikan link tentang pemrograman. </p>
<p><strong>Blogger</strong><br />
Siapa sih para Blogger di Internet ini? Rebecca Blood pada Blog-nya Rebecca’s Pocket mengatakan bahwa para Blogger mulanya adalah mereka yang telah mengajarkan diri mereka sendiri HTML karena mereka menyenanginya, atau mereka yang setelah seharian bekerja di kantor dot.com mereka, dan kemudian menyisakan waktu luang beberapa jam setiap harinya untuk melakukan web surfing dan memasang hasilnya pada Blog mereka. Mereka adalah apa yang ia sebut orang-orang yang antusias pada web. “These were web enthusiast.” tulisnya. Evan Williams, pendiri Blogger.com berpendapat, “Mayoritas Blogger adalah anak-anak muda atau mahasiswa. Dan banyak diantara mereka yang menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.”. </p>
<p>Setiap orang tentu saja dapat membuat Blog-nya masing-masing, tapi seperti yang dikatakan Evan, Blogger saat ini kebanyakan terdiri dari para penulis diary muda yang dinamis, offbeat dan punya opini untuk segala hal. Dalam kata lain mereka adalah generasi yang tidak takut berpendapat dan mengungkapkan pendapat mereka.</p>
<p>Lalu apa gunanya membuat Blog? Apa yang mungkin didapatkan oleh seorang Blogger dalam usaha mengurus Blognya? Rabecca Blood menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri. </p>
<p>Ketika setiap harinya ia mengupdate Blog-nya ia mulai mempertimbangkan opini dan ide-idenya dengan lebih hati-hati dan ia mulai merasakan bahwa perspektifnya adalah unik dan penting untuk disuarakan.<br />
Ketika seorang blogger menuliskan apa yang ada di pikirannya, maka ia akan sering berkonfrontasi dengan pikiran-pikiran dan opininya sendiri. Menulis Blog, atau Blogging, setiap hari akan membuat Blogger menjadi penulis yang lebih percaya diri. Dengan terbiasa mengekspresikan pikirannya pada Blog-nya, seorang Blogger dapat dengan lebih baik mengartikulasikan opininya. Blog bahkan dapat menjadi semacam terapi jiwa. </p>
<p>Tentu saja tidak semua orang adalah seorang Natural-Born Blogger dan dapat memproduksi Blog yang menarik. Di luar sana ada banyak Blogger yang merasa perlu mendokumentasikan diri setiap kali ia bersin, atau anak-anak muda yang menuliskan “Saya bosan” atau “School Sucks!” setiap tiga jam sekali. Amy Jo Kim seorang konsultan dan pengarang buku “Community Building on the Web: Secret Strategies for Succesful Online Communities”, menulis bahwa diperlukan beberapa syarat dasar khusus untuk menjadi seorang Blogger, yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri, keinginan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dan minat pribadi pada “keterusterangan”.</p>
<p>Blog dengan caranya sendiri sepertinya membuat hidup, pikiran, opini dan kegiatan Bloggernya lebih mempunyai tujuan dan lebih teratur.</p>
<p><strong>Komunitas Blog dan Budaya Digital</strong><br />
Sejalan dengan kepribadian sebuah Blog, si Blogger atau editor dari sebuah Blog biasanya menerima pula kontribusi-kontribusi link unik dari para penikmat Blog-nya. Beberapa website Blog juga menerima feedback terhadap opini dan komentar dari link suatu artikel atau suatu isu yang dimuat. Blog karenanya pula bersifat interaktif dan membentuk komunitas-komunitas para Blogger yang saling me-link-kan Blog mereka satu sama lain. </p>
<p>Para Blogger diwakili oleh Blog mereka mengekspresikan persahabatan, permusuhan dan seringkali melakukan perdebatan yang mereka muat dalam Blog mereka masing-masing yang kemudian mereka link-an pada opini awal yang mereka komentari. Sebuah percakapan dapat berkembang antara 3 hingga 4 Blog sekaligus sambil merujuk pada jawaban mereka di Blog lain. Kelompok pemujaan pada pribadi Blog tertentu bermunculan, beberapa nama Blogger muncul dan muncul kembali pada update harian Blog seseorang yang diidolakannya, atau nama tersebut muncul pada daftar Blog lainnya yang Blogger itu ikuti. </p>
<p>Blog adalah budaya digital tersendiri dan komunitas elektroniknya bertebaran di internet dan dengan sedemikian banyak Blog di Internet yang selalu mencari website-website yang menarik maka Blog menjadi unik. Seperti yang dituliskan Cameron Barret bahwa Blog saat ini adalah indikator akurat tentang apa yang sedang terjadi di Internet dan di dalam komunitas web. “Blog adalah simbol dari apa yang hebat tentang Internet.” tulisnya.</p>
<p>Keinteraktifan adalah hal lain yang didapatkan dari Blog. Internet bukan saja memungkinkan para Blogger memberikan opini dan komentar mereka tentang suatu isu, tapi juga memungkinkan para pembaca Blog menuliskan opininya pula tentang opini yang ia baca. Pro, kontra, link, tambahan informasi, fakta baru, semuanya kemudian terkandung dalam satu situs Blog besar. Jon Katz dalam tulisannya di Slashdot, Here Come The Weblog, May 1999, menggambarkan Blog sebagai rangkaian evolusi menuju “New Media”. Blog berhasil mendemostrasikan banyak hal tentang budaya interaktif yang disukai orang, terutama anak-anak muda, tulisnya. </p>
<p>Salah satu Blog yang terkenal keinteraktifannya adalah Slashdot yang terkenal dengan semboyannya “News for Nerds. Stuff that Matters” yang dikelola oleh beberapa moderator. Di Slashdot satu opini menghasilkan sekian banyak lagi komentar pro atau kontra yang didukung dengan link yang mereka kontribusikan.<br />
Salah satu Community Blog yang perlu dikunjungi pula adalah MetaFilter. Jika banyak Blog lebih bersifat personal, dikendalikan dan ditulis oleh satu orang, atau mencerminkan pribadi satu seseorang, maka katagori Community Blog, seperti MetaFilter hidup dari kontribusi banyak orang dimana setiap harinya para blogger ini sama-sama mengisi MetaFilter dengan link-link mereka dimana mereka menuliskan komentar-komentar mereka pula di dalamnya. Saat ini ada 13511 anggota aktif di MetaFilter, dimana setiap link yang didonasikan ke MetaFilter tentu saja kemudian bisa dikomentari oleh blogger lainnya lagi. Interaksi adalah salah satu daya tarik kuat dari Blog.</p>
<p>Keinteraktifan Blog adalah salah satu faktor yang menunjang kepopulerannya. Media konvensional yang bersifat satu arah berubah bentuk menjadi tempat dimana suara semua orang mendapat tempat, walau belum tentu berharga. Blog memiliki kebalikan struktur dari media konvensional yang bersifat top-down, membosankan dan arogan, kata Jon Katz. Blog juga adalah contoh tepat evolusi komunitas eleltronik dan kemampuan orang yang secara online membuat media yang mereka kostumisasi sendiri, Jon Katz meneruskan. Media yang dikustomisasi sendiri yang dimaksud, adalah media yang lepas dari kecurigaan media sebagai corong korporasi besar. Blog kemungkinan besar adalah masa depan media yang kita saksikan sekarang. </p>
<p>Cameron Barret mengatakan hal yang sama, bahwa “Big Idea” dari Internet adalah kekuatan informasi yang terdistribusi dan jurnalisme gaya Blog adalah jurnalisme media online dalam tingkat yang lebih tinggi. Rebecca Blood menulis: Dengan komentar-komentar tak kenal takut dan sarkasme mereka Blogger mengingatkan kita betapa seringkali media konvensional terinfeksi oleh vested-interest dalam membuat berita.<br />
Blog dengan kecenderungannya memilih-milih berita dan artikel serta website sesuai dengan preference personal Blogger-nya, membuat seolah The Web telah di-_filter_, The Web telah dijelajahi terdahulu (_pre-surfed_) oleh para Blogger dan kita tinggal menikmati apa yang telah disediakan para Blogger pada Blog yang kita sukai. Para Blogger memilihkan link pada website dan berita yang paling aneh, paling bodoh, hingga paling lengkap atau tidak lengkap dari Web. Jon Katz menyebut Blog, Filtered News. Blog sebagai saringan The Web telah menyelamatkan kita dari kekacauan atau kesentralan informasi online yang sekarang terjadi di Internet. </p>
<p>Scott Rosenberg dalam kolomnya di Salon menuliskan pendapatnya tentang Blog dan para Blogger. Blogger, tulisnya, telah menemukan ceruk (_niche_) baru yang subur dalam lingkungan informasi Web. Mereka memenuhi ramalan para visionaris internet terhadap munculnya jenis baru para jurnalis online, tetapi bedanya daripada mencari berita di dunia nyata, mereka menyiangi internet untuk mendapatkan berita.<br />
Blogger menurut sifat dasarnya bukanlah reporter, mereka berperan sebagai editor dalam Blognya masing-masing dan dalam sebuah dunia dengan budaya media yang telah jenuh, Blog menjadi suara-suara alternatif yang menyuarakan bunyi independen dalam setiap ulasannya. Blog bukanlah obat mujarab untuk budaya yang telah jenuh dengan media, tapi mudah-mudahan Blog adalah salah satu peredanya tulis Rabecca Blood.<br />
Memiliki Blog sendiri dan Blog Indonesia.</p>
<p>Cara paling direkomendasikan untuk memiliki Blog sendiri adalah dengan mendaftarkan diri kamu di Blogger.com, belajar sedikit tutorial HTML dasar dan Here you go! Kamu sudah memiliki Blog kamu sendiri. Blogger.com tidak membatasi jumlah Blog yang bisa kamu miliki, tidak membatasi kapasitas panjang dari Blog kamu. Kamu bisa memilih desain interface Blog kamu dari template yang telah disediakan, atau jika kamu sudah menguasai HTML kamu bisa merancangnya sendiri atau memodifikasinya. Blog kamu bisa ditempatkan dilayanan website gratis seperti Tripod atau Geocities atau bisa juga ditempatkan di server yang disediakan Blogger.com. </p>
<p>Kamu juga bisa mendapatkan tutorial-tutorial dan bertanya tentang Blog pada forum diskusi yang disediakan oleh Blogger.com. Cara mengisi Blog kamu adalah dengan masuk ke Blogger.com dan menuliskan di area yang sudah disediakan, atau menggunakan fasilitas yang diberikan oleh Blogger.com, dimana dengan satu klik kamu dapat membuat link ke website yang sedang kamu lihat dan kamu dapat memasukkan komentar kamu. Tapi yang paling penting tentu siapkan diri kamu buat mengorganisir lagi opini dan pendapat-pendapat kamu dan latih otot kritis yang kamu miliki. </p>
<p>Apa yang membuat suatu komentar adalah komentar yang bagus? Weblog Resource memberikan beberapa tips. Secara ideal, komentar kamu perlu menjelaskan tentang link yang kamu buat dan kenapa kamu memasang link tersebut. Sebuah komentar tidak cukup hanya berkata link ini cool misalnya, komentar seperti ini tidak berguna buat pengunjung Blog kamu. Tips singkat yang paling berguna? Jadilah diri kamu sendiri, dan mulailah menulisi Blog yang kamu miliki.</p>
<p>Apa ada para Blogger indonesia? Yap.. Website yang mendaftar para Blogger Indonesia yaitu Indo.Blogs. Kriteria satu-satunya agar Blog kamu terdaftar pada Indo.Blogs hanyalah berkebangsaan Indonesia, tanpa memandang secara geografis lokasi kamu berada. </p>
<p>Indo.Blogs mendaftar sekitar 40-an Blog yang ada, keseluruhan secara kasar ada sekitar 100-an Blogger Indonesia dengan personalitinya masing-masing. Kebanyakan mahasiswa atau berprofesi di bidang IT dan Web Desain. Ada yang keseluruhan memakai Bahasa Inggris sebagian lagi memakai Bahasa Indonesia dan sebagian lagi mencampur bahasa yang digunakan. Sayangnya banyak juga yang tidak terupdate setiap hari. Jarak antara satu update dengan yang lain bisa satu bulan lamanya dan kebanyakan lebih berupa jurnal pribadi daripada Blog yang banyak memuat link. Tapi kebanyakan memiliki desain Blog yang menarik dan sederhana, dan Blogger Indonesia tidak lupa mencantumkan sahabat-sahabat Blog mereka dengan rapih seperti yang biasa dilakukan oleh Blogger luar negri.</p>
<p>Lalu apakah ada Community Blog Indonesia? Yupe ada. Silahkan arahkah browser kita ke MSN.OR.ID. Para Blogger disini disebut “celetukers” karena sifatnya dimana masing-masing Blogger memang menyeletukan sesuatu yang kemudian mengisi website ini. </p>
<p>Saat ini ada 64 celetukers dengan masing-masing link ke Blog mereka. Website ini bermula dari mereka yg dulu sering chatting di server microsoft comic chat (irc.msn.com) dan setelah server tersebut kemudian ditutup, maka para penghuninya kemudian mendirikan website ini.</p>
<p>Lebih jauh lagi tentang Komunitas Blogger di Indonesia? Berarti kamu harus gabung sama mailing listnya. Bloggerians adalah mailing list diskusi terbuka untuk komunitas para Blogger Indonesia yang terbentuk sejak bulan Maret 2001 dan saat ini dianggotai oleh 45 anggota. </p>
<p>Mayoritas Blogger Indonesia masih berasal dari kalangan website desainer atau system administrator, atau mereka yang pekerjaannya memang membuat mereka akrab dengan dunia membuat website. Walau begitu, diskusi menarik sering pula terjadi disitu.</p>
<p><strong>Generasi Kedua</strong><br />
Pada tulisannya di Star Telegram, Frances Katz (ada hubungan dengan Jon Katz?) menulis bahwa Blog adalah generasi kedua dari Home Page Pribadi. Perbedaan utama antara Home Page Pribadi dan Blog yaitu, Home Page Pribadi adalah tempat dimana kamu menempatkan foto keluarga, foto kamu dan kemudian mendistribusikan informasi pada lingkaran kecil teman-teman dan keluarga. Sedang Blog dirancang untuk “pengunjung”. Blog memiliki suara spesifik dan kepribadian. Blog karenanya adalah kepanjangan interaktif dari pembuatnya. </p>
<p>Apakah Blog memang suara murni media baru seperti yang diramalkan? Atau hanya sekedar trend digital? Dan akan bertahan lamakah Blog-Blog di Internet? Tentu saja ini jawaban yang perlu dijawab oleh para Blogger sendiri. Banyak orang saat ini memiliki idealisme terhadap Blog sebagai sebuah konsep desentralisasi informasi yang mengembalikan berita kembali di tangan para penggunanya dan tidak dimonopoli lagi oleh korporasi besar atau perusahaan media. Tentu saja masih sekian tahun lagi kita melihat apakah konsep yang bermula dari budaya dan komunitas ini bisa terjadi atau tidak. Kritik terhadap ledakan jumlah Blog yang sekarang terjadi pun sudah banyak disuarakan. Berapa murni lagi suara Blog bisa bertahan? Perdebatan tentang hal ini terus terjadi di Web. Untuk saat ini, buat kamu yang berminat hanya satu saran, BLOG ON!</p>
<p>original post by <a href="http://enda.goblogmedia.com/" target="_blank">Enda Nasution</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2010/07/apa-itu-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Twitter</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/tentang-twitter/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/tentang-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 02:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b0nk3y</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Afiliasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Twitter adalah layanan social networking dan micro-blogging gratis yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan pendek 140 karakter melalui sms, instant messenger, web service atau layanan pihak ketiga seperti Twitterrific, Twhirl dan Facebook. Dengan memanfaatkan Twitter, Anda bisa mendapatkan updates informasi terbaru mengenai apa yang dilakukan teman, saudara, keluarga atau blogger favorit Anda secara gratis. Munculnya Twitter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignnone alignleft" style="float:left;" src="http://s3.amazonaws.com/twitter_production/profile_images/58877815/Twittad_Bird_for_Twitter_Account_normal.jpg" alt="Twitter" />Twitter adalah layanan social networking dan micro-blogging gratis yang memungkinkan penggunanya mengirimkan pesan pendek 140 karakter melalui sms, instant messenger, web service atau layanan pihak ketiga seperti Twitterrific, Twhirl dan Facebook. Dengan memanfaatkan Twitter, Anda bisa mendapatkan updates informasi terbaru mengenai apa yang dilakukan teman, saudara, keluarga atau blogger favorit Anda secara gratis. Munculnya Twitter sejak Maret 2007 telah disambut gembira di kalangan pengguna internet.</p>
<p align="justify">Di dunia blogging dan make money from blog, kehadiran Twitter pun disambut dengan sukacita. Meskipun saat ini peluang monetisasi melalui Twitter belum ada (setidaknya yang saya tahu), namun bukan tidak mungkin jika tidak lama lagi kita bisa mendulang uang melalui Twitter. Tim Twitter sendiri nampaknya tidak menutup kemungkinan hal itu akan segera terwujud.</p>
<p align="justify"><span id="more-248"></span>Artinya, dengan mulai menggunakan Twitter (dan membiasakan diri dengan fitur-fiturnya) sekarang juga, Anda bisa menjadi orang pertama yang bisa segera menikmati peluang monetisasi Twitter jika saat yang ditunggu-tunggu itu telah tiba.</p>
<p align="justify">Buat saya pribadi, setidaknya ada 5 alasan kenapa saya akhirnya memutuskan untuk memanfaatkan layanan Twitter dan menggunakannya di blog ini (widget Twitter ada di sidebar sebelah kanan blog ini). Kelima alasan tersebut, tentu saja, lebih bersifat pribadi dan barangkali berbeda dengan preferensi Anda.</p>
<p>1. Eksperimen Pribadi</p>
<p align="justify">Jujur saja, sampai sekarang saya masih juga bereksperimen mencari-cari format paling nyaman untuk menggunakan Twitter dan mendapatkan manfaat terbesarnya. Sambil bereskperimen, tidak ada salahnya untuk berbagi layanan ini dengan Anda.</p>
<p>2. Efisiensi Waktu</p>
<p align="justify">Dengan menggunakan Twitter, saya bisa menyampaikan informasi terbaru tentang aktivitas pribadi, updates blog ataupun sekedar menyampaikan pertanyaan secara ringkas dan efisien. Cukup 140 karakter saja. <img src='http://budi.akmi-baturaja.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. Keep Updates</p>
<p align="justify">Ini yang paling saya suka. Dengan mengikuti (following on Twitter) sejumlah blogger favorit yang memang hampir tiap hari saya baca lewat RSS, saya bisa mendapatkan updates dan breaking news dalam hitungan detik. Keuntungannya, saya bisa segera tahu trend atau gosip terbaru apa yang sedang hangat di dunia blogging dan make money from blog.</p>
<p>4. Networking</p>
<p align="justify">Seperti konsep dasarnya, Twitter adalah layanan social networking yang memungkinkan kita terhubung dengan orang lain dengan saling mengikuti satu sama lain. Dengan menggunakan Twitter, saya bisa memiliki akses langsung untuk mengirim pesan bahkan kepada Darren Rowse ataupun Jeremy &#8220;Shoemoney&#8221; sekalipun. Sesuatu yang nyaris tidak mungkin dilakukan jika tidak ada Twitter.</p>
<p>5. Peluang Monetisasi</p>
<p align="justify">Saya yakin, suatu saat nanti Twitter bisa menjadi peluang monetisasi blog yang cukup menjanjikan. Jika blog dengan traffic tinggi, pelanggan RSS yang cukup banyak dan page views yang cukup tinggi bisa &#8220;dijual&#8221;, bukan tidak mungkin jumlah followers Twitter yang cukup banyak bisa juga dimonetisasi dengan cara yang sama. Siapa tahu nanti akan lahir konsep PayPerTweet, semacam PayPerPost di ladang paid review.</p>
<p align="justify">Nah, bagaimana dengan Anda? Apa alasan Anda menggunakan Twitter? Sudahkan Anda menggunakan Twitter? Jika belum, kenapa tidak mencobanya sekarang juga? Silahkan <a title="Situs Resmi Twitter" href="http://twitter.com" target="_blank">klik disini</a> untuk mendaftar Twitter. Jika Anda ingin memiliki akses lebih pribadi dengan saya, silahkan <a title="Mengikuti saya" href="http://twitter.com/b0nk3y" target="_blank">klik disini</a> untuk mengikuti Twitter saya.</p>
<p>Sumber : http://www.blogguebo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/tentang-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan YM dan Yahoo Mail</title>
		<link>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/pesan-ym-dan-yahoo-mail/</link>
		<comments>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/pesan-ym-dan-yahoo-mail/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 02:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>b0nk3y</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budi.akmi-baturaja.ac.id/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda pernah menerima email atau pesan seperti ini di YM atau email Yahoo anda? This is Yahoo President Anna Rubenecia, I am sorry to announce that Yahoo has reached its maximum number of accounts two million. If you would like to keep your account for free send this to everyone on your list. This [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda pernah menerima email atau pesan seperti ini di YM atau email Yahoo anda?</p>
<blockquote>
<p align="justify">This is Yahoo President Anna Rubenecia, I am sorry to announce that Yahoo has reached its maximum number of accounts two million. If you would like to keep your account for free send this to everyone on your list. This way we can know which accounts are being used and which accounts we can delete. Send this within 8 days and your account will remain free. Once again I am sincerely sorry that I have to do this. Please start sending. Jay Russell, Yahoo Management kane &amp; korn: WHOEVER DOESN&#8217;T SEND THIS MESSAGE YOUR ACCOUNT WILL BE DEACTIVATED AND IT WILL COST $10.00 A MONTH TO USE IT! TO SEND 2 EVERYONE ON YOUR LIST, RIGHT CLICK ON YOUR GROUP DO NOT DELETE [gm].</p>
</blockquote>
<p align="justify">Jika anda pernah menerima email atau pesan diatas, dipastikan bahwa ini merupakan scam. Pesan tersebut tidak benar, Yahoo tidak akan pernah menanyakan info tentang anda dalam email mereka, kerena mereka telah memilikinya. Yahoo tidak pernah mencapai nilai maksimal dengan alasan apapun. Pilih sebagai spam dan hapus saja pesan tersebut. Satu lagi yang agak aneh bahwa Jerry Yang adalah CEO Yahoo saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budi.akmi-baturaja.ac.id/2008/10/pesan-ym-dan-yahoo-mail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
