Curhat Gaji

  Ditulis pada Oct 13, 2008 // Pribadi.  

Sejujurnya, andai ada yang mau membayar dengan nilai sejumlah yang di dapatkan dengan bekerja di beberapa tempat, tentu seorang karyawan hanya memilih 1 perusahaan saja. Tapi mana ada sih? Kalaupun ada posisinya minimal udah senior manager dan itu di perusahaan sekelas multi national. Tapi jiwa enterpreunership emang harus di galakkan, paling tidak sampingan jualan produk IT hehehehe.

Kalo soal sehat sih, cukup olahraga teratur saja, olah raga itu ekonomis lho. Gak perlu ke dokter kalo kondisi badan kita jaga dengan olahraga. Cukup 30 menit sehari sempatkan diri buat olahraga:-)

Tapi sepertinya “ngejar setoran” ya. Karena hampir 24 jam hanya digunakan untuk coding aja. Beberapa orang mungkin juga kerja sebagai pegawai tetap (walaupun tenaga kontrak sih) di bidang IT di perusahaan  tp juga sebagai freelance di perusahaan lain dan terkadang pula ada project personal Memang cukup melelahkan sih, kalau harus melakukan semua itu.

Sebenarnya bukan masalah, bagaimana memanage waktu nya, tapi sampai kapan harus spt itu. Uang yg di dapatkan memang cukup lumayan, tapi sayang sekali klo hanya digunakan untuk biaya berobat karena kurang tidur & kurang makan kalo sudah asik coding 😉
yang saya heran, apakah smua orang IT di indo itu memang sering merangkap pekerjaan di berbagai macam perusahaan?

Pengalaman anda mungkin berbeda dengan beberapa orang mungkin bekerja sebagai tenaga tetap di sebuah perusahaan. Posisi mungkin sebagai IT koordinator dan juga programmer yang masih sempat mengerjakan freelance. Bahkan freelance di beberapa perusahaan yg berbeda disamping pekerja tetap di perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu saya juga mengambil proyek-proyek personal. Semua bisa saya atur waktunya. Emang melelahkan sekali, tetapi sekali pekerjaan selesai selanjutnya tinggal maintenance aja. So? Semua tentang bagaimana memanage waktu. Betul sekali, yang namanya karyawan IT di Indonesia jarang ada yang bertahan lama, hampir semua kutu loncat dan cuma satu masalahnya yaitu masalah gaji.

Saya heran kenapa yah sepertinya IT di Indo itu seperti anak tiri. Cuman kalau kita ngambil proyek personal pada saat kita kerja, saya cuma bisa kasih pendapat sebaiknya jangan. Karena saya sudah pernah mengalami sendiri sewaktu saya kerja dan saya coba ambil proyek personal hasilnya adalah satupun baik kerjaan kita ataupun proyeknya jadi ngak beres (mata gue sampai capek mandangin kompie dari bangun tidur sampai mao tidur lagi, blom ditambah otak gue yang semakin aus). Sebenarnya jualan software itu ngak mudah, karena yang kita jual sebenarnya bukan software melainkan service (Kecuali Anda mendapatkan project dari situs-situs seperti getafreelancer.com, rentacoder.com), kita semua kan juga tau tingkah laku customer itu kayak bagaimana, dikasih ati malah minta ampela! Sebenarnya kalau Anda sudah mencoba untuk menerima proyek freelance, skill programming yang tinggi tidak terlalu diperlukan disini karena kita biasanya membutuhkan skill untuk bernegosiasi dan meyakinkan customer, Anda tahu saya pernah di ancam hampir tidak dilunasi pembayaran, dan ada juga customer yang kurang suka sama kita sepertinya ingin cari gara-gara, agar dari pihak kita yang memutuskan kontraknya. Kita mungkin terkadang mengeluh juga dengan gaji programmer yang cukup kecil (di indonesia emang kecil banget seeech), tetapi apakah Anda tahu nilai project di tempat anda bekerja, kontrak projectnya bagaimana, dan juga apakah Anda tahu besarnya kerugian yang terjadi baik secara material dan non material bila project macet. Saya bisa berkata seperti ini karena ini semua adalah pengalaman saya sendiri (saya seorang freelancer, saya membentuk grup kecil yang semuanya freelancer, bagaimana pusingnya bayar fee ke orang lain, sementara duit blom dapet).

Bisnis software bukan seperti bisnis yang berbentuk barang, bisnis software merupakan bisnis yang kasat-mata karena yang Anda jual bukan software melainkan jasa dan service. Karena itu di bisnis ini pengalaman lebih bernilai dibandingkan duit. Saran saya kalo mao gaji gede, pindah jalur ajaa..

Problemnya ini kayak nanya mana yang lebih dulu antara ayam atau telor duluan? Jadi perusahaannya dulu yang mau mengayomi karyawan, atau karyawannya dulu yang membuktikan kalau dia loyal?, ya mau loyal gimana kalo karyawannya ngerasa hidup susah… Pastinya ga mau kan? Dan tanyakan siapa yang mau keluar dari perusahaan yang mau mengayomi karyawannya?
Gampang aja deh, ada perusahaan yang nawarin permanent position gaji 10 juta plus tunjangan2 lain tapi kerjanya berat. Sama ada perusahaan yang gajinya 2jt kontrak 1 tahun dan kerjanya sama beratnya?, pilih mana?

Ini hidup men….. butuh biaya….. kita bisa nonton Teve liat iklan, sementara kita selalu bilang “andai gw bisa beli, andaikan saja, andaikan…..”. Belon lagi yang udah berkeluarga, istrinya mau dikasih makan apa? anaknya yang mau sekolah gimana??? Coba kalo perusahaan IT di indo bersifat professional, gajinya mencukupi, tunjangannya mencukupi, dll, siapa sih yang mau keluar dari perusahaan itu?

gw berani jamin kalo karyawan IT di Indonesia itu loncat-loncat perusahaan karena masalah gaji. Nah .. itu yang bikin software house indonesia gak maju maju. Coba programmernya mau loyal pada perusahaan, maka perusahaan bisa maju. Nah kalau maju … khan gaji nya bisa naik. Programmer indonesia masih menganggap bikin program itu bisa sendirian. Sedangkan di luar (kayak microsoft atau yang lain), selalu kerja sama beberapa orang untuk mengerjakan suatu proyek.

Bicara2 soal lowongan, sebenernya Programmer itu Dewa-nya di IT. Seharusnya mereka bikin produk sendiri….. bukan tergantung kerja sama orang….. itu adalah jawaban kenapa pekerjaan sebagai programmer sering dikeluhkan…… ini cuman pendapat gue loh….. Programmer yg punya produk sendiri, selagi mereka kerja tuh nyempet2in jualan jadinya (ntah pake web, atau cari client sendiri).

Kadang semua juga tergantung skill dan experience. Semua dapat dikerjain secara ONLINE dari Indonesia.

Sebagai referensi saja di amerika (US) gaji seorang freshGraduate (baru lulus) :berada di kisaran $400-$700, sedangkan yang udah general antara $700 s/d $2.200, dan yang professional antara $2.200 s/d $4.000. Kapan ini bisa dinikmati para pekerja IT di Indonesia? Kapan Indonesia buat perusahaan tandingan Microsoft sendiri kalo gaji aja ga nyampe akhir bulan?