Curhat Textpattern, PHP, dan CMS

  Ditulis pada Oct 06, 2008 // Artikel, Web Programming.  

Hampir semua kode dalam CMS (Content Management System) yang menggunakan bahasa PHP akan diawali dengan tag Dalam banyak kasus, kesalahan penulisan kode atau tag php, entah itu karena tidak ada penutup tag, kurang tanda titik dua ( ; ) , dan tidak terbatas pada kesalahan penulisan nama fungsi, akan membuat masalah besar pada desain dan tampilan yang digunakan oleh CMS.

PHP, yang merupakan bahasa pemrograman berbasiskan atau dijalankan di server ( Server Side Programing ) cukuip rentan akan masalah pemanfaat celah keamanan. Untuk itu di sebagian besar CMS yang mempergunakan bahasa PHP murni sebagai template tag akan meng break operasi jika ditemukan kesalahan atau error.

Dan karena ini, maka jika ada kesalahan penulisan seperti diatas, tampilan desain akan kacau, karena CMS hanya akan menerbitkan pesan kesalahan saja, dan tanpa tampilan desain sama sekali pada baris kesalahan yang ditemukan.

WordPress, Joomla, Hambari, Textpattern dan CMS lainnya walaupun juga dibangun oleh PHP, namun pada Textpattern memiliki fungsi untuk meng skip kesalahan dan tidak akan menampilkannya pada desain atau tampilan web kita.

Dengan catatan bahwa fungsi yang di maksud tidak akan di eksekusi. Lalu bagaimana kita tahu jika fungsi tersebut ada masalah?

Textpattern memiliki sebuah istilah dan fitur yang sering disebut dengan status produksi atau Production status. Yaitu Live, Testing, dan atau Debugging.

  • Live artinya bahwa situs dalam keadaan siap di publikasi, dengan catatan bahwa seluruh error message akan di skip dan tidak ditampilkan.
  • Testing bisa digunakan jika kita sedang mencoba membuat template baru. Memasang plugins, dan mengorganisasikannya. Dalam mode ini semua error message akan ditampilkan, beserta bantuan dimana letak kesalahan.
  • Debugging biasanya digunakan untuk mengdiagnosa masalah didalam Textpattern, entah itu disebabkan oleh plugin atau modifikasi file inti.

Tentu saja dalam mode ini semua pesan kesalahan akan ditampilkan, juga di sertakan fungsi tag_trace untuk melacak kesalahan dan letaknya dimana.

Banyak orang berkata bahwa semua mesin blog sama, desain hanya dipengaruhi oleh CSS dan HTML! bukan karena CMS nya. Mungkin, walau 1% tapi CMS berpengaruh banyak dalam kemudahan , dan peningkatan kreatifitas seorang desainer dalam membuat template.

Untuk itu sebelum memilih sebuah CMS untuk situs apa saja, perhatikan fitur – fitur yang bisa digunakan untuk membangun template. Kecuali untuk yang fanatik dan punya kemampuan lebih untuk meng oprek mekanisme template CMS, maka mereka adalah pengecualian.

Seperti halnya WordPress, Habari mempergunakan bahasa PHP murni untuk membangun templatenya. Namun dengan bantuan plugins smartypants, pengguna Habari bisa membuat themes dengan mempergunakan template yang lebih mudah.