Indonesia Juara Tak Terhormat!

  Ditulis pada Aug 30, 2008 // Pribadi.  

Hal yang sangat mengecewakan terjadi di ajang Pertandingan final sepakbola “Pertamina Independence Day” semalam (jum’at 29/08/2008) saat Tim Indonesia A melawan Tim Libya di Stadiun¬† Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pada pertandingan final tersebut tim Indonesia A dinyatakan sebagai pemenang dengan membawa hadiah uang sebesar US$ 250.000 dan Budi Sudarsono dinyatakan sebagai Top Scorer dengan membawa pulang uang senilai US$ 8.000.

Pertandingan yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta Indonesia tersebut terasa kurang menarik ketika Indonesia menang karena lawan mainnya yaitu Libya melakukan aksi Walkout saat pertandingan babak kedua akan dmulai.

Kemenangan WO (Walk Out-red) Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan berbuntut panjang. Kubu Merah Putih dikabarkan siap melaporkan ketidaksportifan para pemain Libya kepada FIFA.  Seperti diketahui, para pemain Libya memang enggan melanjutkan pertandingan di babak kedua setelah pelatih mereka Gamal Adeen mengalami insiden pemukulan oleh pelatih kiper Indonesia Sudarno. Pria yang ditengarai sebagai pelatih kiper Timnas Indonesia A itu, memukul pelatih Libya Gamal Adeen M Abu Nowara di lorong ganti pemain, sesaat setelah pertandingan babak pertama berakhir 1-0 untuk kemenangan tim asal Afrika itu.

Padahal, sebelum insiden memalukan tersebut, Libya unggul 1-0 lewat gol yang dilesakkan Abdala Mohammed lewat sundulan di menit ke-13. Hal inilah yang disinyalir menjadi pemicu keengganan para pemain Libya melanjutkan pertandingan. Meski sempat dibujuk para ofisial pertandingan untuk melanjutkan laga di babak kedua, namun para pemain Libya sudah terlanjur kesal dengan tindakan memalukan dari pelatih kiper Indonesia itu. Setelah melakukan pembicaraan panjang antara kedua belah pihak, Libya tetap keukeuh tak ingin melanjutkan laga dan rela kalah dengan status WO. Dengan hasil ini, Indonesia akhirnya dinyatakan sebagai pemenang dengan skor 3-0.

Sikap yang ditunjukkan para pemain Libya ini memang tidak sportif. Untuk itu, kubu Indonesia siap melaporkan sikap para pemain Libya kepada FIFA. Meskipun dalam hal ini, Indonesia juga terancam sanksi akibat tindakan pemukulan yang dilakukan pelatih kiper Indonesia.

“Meski kecewa dengan sikap para pemain Libya tak ingin melanjutkan pertandingan, namun bagaimanapun kami tetap senang Indonesia tampil sebagai juara. Padahal mereka sadar turnamen ini diadakan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia,” ujar Staff ahli Menegpora, Djohar Husein, Jumat (29/8/2008). “Untuk itu, kami meminta agar PSSI mengusut tuntas kasus pemukulan itu. Kalau perlu tim Libya harus dilaporkan ke FIFA. Meskipun secara tak langsung PSSI juga terancam karena kasus pemukulan tersebut,” tambahnya.

Kualitas tim yang didatangkan dalam turnamen yang dijadikan persiapan menuju Piala AFF 2008 itu bukanlah tim terbaik di Asia, hanya Libya yang bisa menyulitkan Timnas Indonesia. Sedangkan, beberapa tim lainnya seperti Brunei Darusalam, Kamboja dan Myanmar bukanlah lawan seimbang buat Bambang Pamungkas dkk.

Sumber Rangkuman : okezone.com

Kesimpulan : Indonesia Juara namun dengan kemenangan tidak terhormat! Sayang… Akibat nila setitik rusak susu sebelahnya hihihi…