Konsep Dasar Animasi

  Ditulis pada Sep 13, 2008 // Animasi/Multimedia.  

Contoh karakter animasi

Menggerakkan benda secara utuh bukanlah animasi yang sebenarnya karena tiap orang dapat melakukannya. Animasi adalah tentang membawa hidup sebuah karakter, karakter yang dapat merasakan, berpikir, dan juga bertindak seperti halnya manusia. Maka akan membuat penonton yang melihatnya merasakan, berpikir, dan juga bertindak.

Pengertian Animasi

Banyak pengertian tentang arti kata animasi yang telah ada dan menimbulkan berbagai pandangan tentang arti kata tersebut. Namun dalam pembuatan film kartun disini kata animasi dideskripsikan sebagai proses membuat dan memainkan kembali serangkaian gambar diam atau statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan secara terus menerus.

Prinsip-prinsip Animasi

Antara akhir tahun 1920’an hingga akhir 1930’an animasi berkembang dari kesenangan yang baru menjadi sebuah bentuk seni dalam studio Walt Disney. Dimana setiap gambar, aksi menjadi lebih meyakinkan. Dan karakter yang muncul menjadi seperti tokoh yang sebenarnya. Penontonpun menjadi lebih antusias dan menjadikan banyak animator yang merasakan kepuasan pribadinya, namun bagaimanapun bagi Walt Disney bahwa tingkatan dari animasi dan keberadaan karakter itu saja tidak cukup untuk mengejar ide cerita yang baru. Karakter-karakter tersebut dibatasi oleh berbagai tipe dari aksi tertentu dan kepuasan penonton-pun tidak bertahan lama karena tidak sebanding dengan apa yang mereka lihat. Kenyataan ini menyadarkan Walt Disney bahwa tidak ada yang dapat secara sukses menganimasikan figur sebuah bentuk manusia atau bentuk yang menyerupai manusia. Sebuah pendekatan teknik menggambar baru sangat diperlukan untuk meningkatkan tingkatan animasi yang ditunjukkan dalam sebuah film kartun berjudul Three Little Pigs.
Walt Disney pun menyiapkan berbagai kelas bagi para animatornya dalam Chouinard Art Institute di Los Angeles dibawah instruktur dari Don Graham. Ketika kelas tersebut dibuka, kebanyakan dari mereka menggambar menggunakan formula pembuatan film kartun yang lama dari bentuk-bentuk standar, ukuran, berbagai aksi, dan gerak atau isyarat dengan sedikit atau bahkan tanpa referensi dalam sifat dasar sebuah karakter secara alami. Beranjak dari kelas inilah maka dikembangkanlah sebuah gaya dari penggambaran karakter figure manusia bergerak dan bentuk binatang. Para siswa mempelajari berbagai model seprti sebuah aksi film secara nyata, dan memutar berbagai aksi secra terus menerus. Analisis dari aksi-aksi tersebut manjadi demikian penting dalam pengembangan dari animasi tersebut. Beberapa animator mulai mengaplikasikan pelajaran tersebut dalam memproduksi animasi mereka, dimana ini membuatnya menjadi lebih menarik dan realistis. Beranjak dari pelajaran tersebut makan para animator Walt Disney secara terus menerus mencari cara yang lebih baik untuk dapat berkomunikasi dalam tiap karya yang dibuatnya.

Sedikit demi sedikit prosedur-prosedur tersebut dipisahkan dan dinamai, dianalisa serta disempurnakan, dan para animator baru-pun diajarkan berbagai kebiasaan ini. Hal inipun lambat laun menjadi prinsip dasar dari animasi tradisonal yang diantaranya adalah :

  • Squash and Stretch : Yaitu menetapkan landasan dan penyusunan dari sebuah objek dengan merubah bentuk dari objek selama aksi berlangsung.
  • Timing : Adalah membagi aksi untuk menentukan berat dan ukuran dari sebuah objek dan kepribadian dari karakter
  • Anticipation : Yaitu mempersiapkan sebuah aksi.
  • Staging : Yaitu menampilkan sebuah ide sehingga tidak hilang secara tidak disengaja.
  • Follow Through and Overlapping Action : Adalah pengakhiran dari sebuah aksi dan membuat hubungan ke aksi berikutnya.
  • Straight Ahead Action and Pose-To-Pose Action : Yang dimaksudkan adalah kedua perbedaan tersebut merupakan sebuah pendekatan dalam pembuatan sebuah animasi pergerakan.
  • Slow In and Out : Yaitu jarak dalam inbetween frame untuk mendapatkan kehalusan dari pewaktuan / timing dan sebuah animsai pergerakan.
  • Arcs : Adalah alur secara visual dari aksi guna mendapatkan pergerakan secara alami.
  • Exaggeration : Bermaksud menekankan pada pokok dari sebuah ide melalui desain dan aksi karakter.
  • Secondary Action : Yaitu aksi dari sebuah objek yang dihasilkan dari aksi objek lainnya.
  • Appeal : Adalah pembuatan sebuah desain atau sebuah aksi yang dapat dinikmati oleh penonton.