Putri Nadine Kurniawan

  Ditulis pada Sep 08, 2007 // Pribadi.  

nadine3.jpgPada hari ahad tanggal 22 april 2007 (minggu wage), anakku lahir dari rahim istri tersayangku. Seorang putri dengan nama Putri Nadine Kurniawan. Anak yang lucu dan cantik ini lahir dengan perjuangan dan cinta kasih seorang ibu dan bapak yang bernama Yulianti dan Budi Kurniawan. Selamat datang di dunia yang kejam namun penuh cinta kasih ini anakku.. Bapak kan berusaha memberi segala yang terbaik untukmu.

Awalnya si adek hanya sakit perut biasa pada malam minggu itu… Dan kami berpikir mungkin itu hanyalah sakit biasa saja. Hingga pada pagi harinya ketika si adek hendak ke belakang dilihatnya tanda melahirkan… Akupun langsung berpikir ini bukanlah sakit biasa saja. Pagi itu ku masukkan rumput fatimah yang kudapat dari temanku yang telah melahirkan bulan kemarin ke dalam segelas air putih.. dan kulihat rumput itu telah mengembangkan bunganya. Tanpa pikir panjang air dalam gelas itu kuminumkan ke si adek. Ku sadar ini adalah pertanda bahwa istriku pasti akan melahirkan hari itu… ku langsung menghubungi anggota keluarga kami tentang pertanda ini dan meminta do’a restu mereka semoga proses kelahiran anak kami lancar tanpa ada halangan sedikitpun nantinya.

Setelah melakukan persiapan aku langsung mencari taksi untuk membawa istriku ke rumah sakit. Kami memilih rumah sakit st. Antonio karena merasa rumah sakit itu adalah yang terbaik dari segi pelayanan dan peralatan medisnya. Setelah taksi siap kamipun segera berangkat. Setelah sampai di rumah sakit, kami di periksa tensi darah dan bukaan keberapakah si adek saat itu. Ternyata masih bukaan pertama… Kamipun menginap di kamar K.16 di rumah sakit siang itu. Kamar yang lumayan dengan harga hanya 75ribu semalam kami pikir waktu itu.

Siang itu setelah mendengar ada jamu yang bisa membuat cepat proses kelahiran, aku beserta kakak perempuan si adek segera menebus jamu itu. Dengan modal dua bungkus Gudang Garam surya 16 kami mendapatkan jamu itu dari orang pintar di dekat rumah kakak perempuan si adek itu. Setelah di minum dan dioleskan di perut si adek, tak lama setelah itu si adek merasakan kontraksi yang makin kuat di rahimnya. Setelah kami cek ternyata sudah bukaan ketiga siang itu dan kami putuskan untuk pindah di kamar bersalin. Jam menunjukkan pukul 4 kurang sore itu ketika si adek merasakan kontraksi yang lebih hebat di rahimnya. Setelah 1 jam berjuang dengan rasa sakit dokter pun dihubungi untuk membantu proses kelahiran anak kami itu.

Tepat setelah kedatangan dokter sore itu akhirnya proses kelahiran anak kamipun berjalan.. tak berapa lama anak kamipun memperlihatkan wajahnya.. kemudian badan dan akhirnya kakinya… Bayi yang cantik dan merah itupun segera ku adzankan setelah lahir..

Begitulah proses kelahiranmu nak… semoga kau selalu menghargai segala penderitaan dan perjuangan kedua orang tuamu ini nak… jadilah manusia yang berbakti kepada kedua orangtua, kepada bangsa dan kepada agamamu selalu anakku…

Kami ‘kan berusaha tuk berikanmu segala yang terbaik bagi kami…

Semoga Allah selalu mendengar dan mengabulkan do’a kami ‘tuk selalu memberikan yang terbaik bagi dirimu anakku…

Baturaja, 12.23 siang, Senin 23 April 2007…