Wireless LAN – Teori

  Ditulis pada Oct 02, 2007 // Wireless.  

Wireless LAN adalah :

  • Perangkat yang dipakai untuk menyambung jaringan komputer (LAN) dengan menggunakan udara sebagai media komunikasinya
  • Frekwensi yang dipakai adalah 2,4GHz atau 5GHz yaitu frekwensi yang tergolong ISM (Industrial, Scientific dan Medical) dan UNII (Unlicensed National Information Infrastructure)

Transmit (Tx) Power

Radio mempunyai daya untuk menyalurkan sinyal pada frekwensi tertentu, daya tersebut disebut Transmit (Tx) Power dan dihitung dari besar enerji yang disalurkan melalui satu lebar frekwensi (bandwidth)

Received (Rx) Sensitivity

Semua radio memiliki point of no return, yaitu keadaan dimana radio menerima sinyal kurang dari Rx Sensitivity yang ditentukan, dan radio tidak mampu melihat data-nya.

Rx Sensitivity yang sebetulnya dari radio akan bervariasi tergantung dari banyak faktor.

Radiated Power

Dalam sistem wireless, antena digunakan untuk meng-konversi gelombang listrik menjadi gelombang elektromagnit. Besar enerji antena dapat memperbesar sinyal terima dan kirim, yang disebut sebagai Antenna Gain yang diukur dalam :

dBi : relatif terhadap isotropic radiator

dBd : relatif terhadap dipole radiator

dimana 0 dBd = 2,15 dBi

Radiated Power

Pengaturan yang dilakukan oleh FCC harus memenuhi ketentuan dari besarnya daya yang keluar dari antena. Daya ini diukur berdasarkan dua cara :

Effective Isotropic Radiated Power (EIRP)

Diukur dalam dBm = daya di input antena [dBm] + relatif antena gain [dBi]

Effective Radiated Power (ERP)

Diukur dalam dBm = daya di input antena [dBm] + relatif antena gain [dBd]

Kehilangan Daya

Pada sistem wireless, ada banyak faktor yang menyebabkan kehilangan kekuatan sinyal, seperti kabel, konektor, penangkal petir dan lainnya yang akan menyebabkan turunnya unjuk kerja dari radio jika dipasang sembarangan

Pada radio yang daya-nya rendah seperti 802.11b, setiap dB adalah sangat berarti, dan harus diingat “3 dB Rule”.

Setiap kenaikan atau kehilangan 3 dB, kita akan mendapatkan dua kali lipat daya atau kehilangan setengahnya .

Kehilangan Daya

-3 dB = 1/2 daya

-6 dB = 1/4 daya

+3 dB = 2x daya

+6 dB = 4x daya

Sumber yang menyebabkan kehilangan daya dalam sistem wireless : free space, kabel, konektor, jumper, hal-hal yang tidak terlihat.

3dB Rule bisa diterapkan secara prak-tis dengan bantuan antenna Access Point dengan standar 802.11b mempunyai penguatan 13dB untuk jarak 300 meter, maka kalau kita menggunakan antena 15dB (total 28dB) rumusannya menjadi :

13 + 3 dB – jaraknya menjadi 600 meter

16 + 3 dB – jaraknya menjadi 1,2 KM

19 + 3 dB – jaraknya menjadi 2,4 KM

21 + 3 dB – jaraknya menjadi 4,8 KM

24 + 3 dB – jaraknya menjadi 9,6 KM

1dB dianggap loss ….

Direct Sequence Spread Spectrum

Dikenal juga sebagai Direct Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA), DSSS merupakan salah satu cara untuk menyebarkan modulasi sinyal digital di udara.

Rentetan informasi dikirim dengan membagi sekecil mungkin sinyal, lalu ditumpangkan pada kanal frekwensi yang ada di dalam spektrum tertentu.

Direct Sequence Spread Spectrum

Pada saat dipancarkan, data di kombinasi dengan rentetan bit data yang lebih tinggi (disebut chipping code) untuk kemudian datanya dibagi menurut rasio tertentu.

Transmitter dan Receiver harus di sinkronisasi dengan kode acak yang sama.

Chipping code membantu sinyal lebih tahan terhadap interference dan juga memungkinkan data aslinya bisa di perbaiki jika ternyata rusak selama pengiriman.


Direct Sequence Spread Spectrum

Sinyal yang sudah di acak dan digabung dengan sinyal lain, dimana bandwidth-nya adalah 22MHz

Frequency Hopping Spread Spectrum

Dikenal juga sebagai Frequency Hopping Code Division Multiple Access (FH-CDMA), radio FHSS dipancarkan dengan meloncat-loncat diantara frekwensi yang sudah tersedia dan mengikuti satu alogaritma tertentu, baik secara acak atau tertentu.

Transmitter di sinkronisasi dengan Receiver, sehingga tetap berada di frekwensi tengah-nya.

Standar Wireless LAN

Standar yang dipakai adalah IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :
* 802.11 – 2,4GHz – 2Mbps
* 802.11a – 5GHz – 54Mbps
* 802.11a 2X – 5GHz – 108Mbps
* 802.11b – 2,4GHz – 11Mbps
* 802.11g – 2,4GHz – 22Mbps
* 802.11n – 2,4GHz – 120Mbps